Mobil Presiden Jokowi Mogok di Tengah Kunjungan Kerja

Metrobatam, Jakarta – Mobil Presiden Joko Widodo tidak dapat berjalan ketika kunjungan kerja di Kalimantan Barat, Sabtu (18/3). Hal itu dikonfirmasi Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Kepresidenan Bey Machmudin.

“Iya, mogok karena bermasalah pada setting-an gas, sehingga laju kendaraan tidak bisa dalam keadaan normal,” ujar Bey ketika dikonfirmasi Senin (20/3).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil mogok ketika menempuh perjalanan 30 menit usai meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mempawah. Di sekitar Kabupaten Kubu Raya, mobil Mercedes-Benz S600 Guard sedan ini berhenti.

Peristiwa ini awalnya tak diketahui pewarta, sebab bagasi mobil sempat dibuka. Biasanya, bagasi dibuka ketika presiden ingin memberikan oleh-oleh seperti kain, buku, dan kaos kepada masyarakat.

Sementara itu, beberapa rombongan yang beriringan, seperti mobil pewarta, berjalan mendahului mobil presiden. Hal yang menarik perhatian adalah saat Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di restoran dekat Landasan Udara Supadio.

Mereka tak lagi menaiki mobil Mercy, melainkan menumpang Alphard hitam. Alphard yang dimaksud adalah mobil cadangan yang selalu ada dalam rombongan presiden.

“Presiden dan ibu negara pindah ke Alphard. Ajudan mengecek situasi lebih dulu, kemudian ibu negara naik ke Alphard, baru Bapak menyusul,” tutur Bey

Secara terpisah, Kepala Sekretariat Kepresidenan Darmansjah Djumala menuturkan, Mercy yang ditumpangi Jokowi merupakan mobil yang dibawa langsung dari Jakarta. Mercedes itu merupakan keluaran 2007.

Darmanjah mengatakan, kondisi mobil yang digunakan sesungguhnya dalam keadaan baik karena pemeliharaan rutin dan bagus, sesuai dengan log book. Mobil itu masih layak dan sesuai dengan standar VVIP.

“Tapi faktor umur, sudah 10 tahunan. Jadi memang mobil itu ada detail kecil yang haus. Kemarin tidak fatal, cuma akselerasinya melemah. Gas diinjak, (mobil) tidak lari,” kata Djumala.

Ia belum dapat memastikan mobil tersebut akan dipakai kemudian hari atau tidak. Sebab, dirinya belum menerima laporan lebih lanjut pemeriksaan terhadap mobil tersebut.

Kini, Presiden masih memiliki enam hingga tujuh mobil serupa yang aktif digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Djumala mengatakan, Presiden juga memiliki mobil Mercedes-Benz S600 Guard sedan keluaran di atas 2007.

Siap Membantu
Mercedes-Benz Indonesia mengatakan saat ini belum bisa memberikan informasi apa yang menjadi penyebab utama, yang mengakibatkan tidak bisa beroperasinya Mercedes-Benz S600 Guard yang menjadi mobil Kepresidenan RI.

“Saya belum dapat konfirmasi apa yang terjadi, apa yang menjadi kendala. Kalau untuk penjelasannya ini benar (sudah mendengar kabar yang terjadi-Red), kita masih memastikan apa yang terjadi,” kata Department Manager Public Relations PT Mercedes-Benz Distributions Indonesia, Dennis Kadaruskan, saat dihubungi detikOto, Senin (20/3).

Mercedes-Benz Indonesia menyatakan siap membantu jika ada permasalahan yang dialami oleh mobil Kepresidenan RI 1.

“Seandainya ada kendala dengan mobil Kepresidenan RI 1, pasti jaringan purna jual Mercedes-Benz dan prinsipal akan siap membantu. Apabila ada kendala Mercedes-Benz Indonesia akan memberikan dukungan secara teknis. Seadainya ada kerusakan, kita akan mejamin kualitas after sales kita, baik dari suku cadang dan servis. Tapi saya belum tahu apa yang terjadi,” ucap Dennis.

“Pihak Mercedes-Benz pasti akan mendukung analisa masalah apa yang menjadi penyebabnya mobil Mercedes-Benz mogok atau sesuatu yang terjadi, jaringan Mercedes-Benz siap membantu. Pada umumnya servis dilakukan di jaringan, apabila dibutuhkan kita akan membantu semua konsumen. Di Kalimantan kita juga ada jaringan Mercedes-Benz, saya kurang tahu lokasinya (tempat mobil Kepresidenan RI 1 mogok-Red), kalau di Kalimantan kita ada beberapa titik disana,” kata Dennis. (mb/cnn indonesia/detik)

Pos terkait