Susi dan Kapolri Resmikan Akademi Penumpas Kejahatan di Laut

Metrobatam, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, bersama Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, meresmikan dan membuka pelatihan The International Fishforce Academy of Indonesia (IFFAI). Program ini adalah pelatihan dalam investigasi dan penindakan kejahatan di laut.

Susi menjelaskan, Indonesia perlu memiliki akademi khusus mendidik aparat penegak hukum soal kejahatan di laut. Ini lantaran kejahatan di laut terbilang rumit, tak hanya soal pencurian ikan, namun juga meluas pada penyelundupan, perbudakan, narkoba, perdagangan senjata, dan sebagainya.

Read More

“Kita launch pelaksanaan pelatihan pertama IFFAI di Semarang. Ini jadi pusat pendidikan polisi internasional yang bertempat di Akademi Kepolisian, tempat yang sangat baik untuk melatih para penyidik kita,” kata Susi saat meresmikan dan membuka IFFAI di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Kamis (16/3).

Selain Susi dan Kapolri, hadir pula Wakasal TNI AL Achmad Taufiqoerrochman, Kepala Bakamla Arie Soedewo, dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rahmat.

Pelatihan ini sendiri diikuti oleh petugas penegak hukum dari unsur Polri, KKP, TNI AL, Kejaksaan, dan Satgas 115. Pelatihan pertama dilakukan pada 16-25 Maret 2017 di Semarang.

Tujuan IFFAI untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan hukum di bidang perikanan, membangun jaringan informasi dan pertukaran pengalaman penanganan kasus antar aparat, dan membangun kesepahaman.

Sudah sejak lama Kapolri, Jenderal Tito Karnavian mengaku menjadi pengagum Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Kekagumannya tersebut karena sepak terjang Susi yang sering bertindak dulu, baru kemudian menyelesaikan urusan hukumnya.

Perasaan tersebut diungkapkan Tito saat membuka dan meresmikan The International Fishforce Academy of Indonesia (IFFAI) atau program pelatihan dalam investigasi dan penindakan tindak pidana di atas laut.

“Saya terkagum-kagum dengan Bu Susi. Setiap saya bicara di depan, saya selalu kagumi beliau. Beliau paham betul akan laut, karena orang, tahu cara melindungi laut. Strategi utama pukul dulu untuk berikan efek kejut. Dan ternyata very well,” ucap Tito di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (16/3).

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menyebut, tak hanya di dalam negeri, banyak kalangan di luar pun rupanya menaruh kagum pada Susi. Hal itu dirasakannya saat konferensi petinggi Interpol di Bali beberapa waktu lalu.

“Saat konferensi Interpol di Bali ada 167 interpol. Saya berikan kesempatan Bu Susi bicara sampaikan langkah pemberantasan illegal fishing. Seusai paparan, banyak yang bilang kalau ini jadi menteri di negara kami, laut kita jadi aman. Ada yang bilang can I hire your minister, bilang ke saya boleh saya sewa saja menteri Anda,” kata Tito menirukan ucapan delegasi Interpol dari Afrika Selatan. (mb/detik)

Related posts