oleh

Politikus Kubu Oposisi Sambut Baik Vonis 2 Tahun untuk Ahok

Metrobatam, Jakarta – Para politikus yang berseberangan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendukung vonis hakim yang menghukum Ahok dua tahun penjara. Politikus ini mewakili partai yang menjadi seteru Ahok dalam ajang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta lalu.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menganggap putusan hakim harus telah sesuai fakta persidangan sehingga harus dihormati semua pihak.

Saya melihat putusan ini adalah putusan yang mewakili rasa keadilan masyarakat dan juga sesuai fakta-fakta hukum persidangan,” ujar Fadli di Gedung DPR, Jakarta.

Fadli juga menyambut baik rencana Ahok dinonaktifkan dan segera mengangkat Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI menggantikan Ahok. Ia menilai, langkah itu juga sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sudah saatnya putusan itu dilaksanakan dan tidak menunda. Karena sebaiknya segera ada penonaktifan dan saudara Djarot jadi Gubernur Pelaksana,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap. Dia pun menganggap vonis kepada Ahok telah memenuhi rasa keadilan. Meski vonis hakim belum mengacu pada surat edaran Mahkamah Agung yang menyatakan pidana atas penodaan agama dihukum maksimal.

“Jadi saya kira apa yang diputuskan hakim terutama perintah melakukan penahanan adalah sesuatu yang, ya sekalipun tidak bisa sepenuhnya, tapi bisa mengakomodir rasa keadilan masyarakat,” ujar Wakil Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap kepada wartawan, Selasa (9/5).

Mulfachri menilai hakim telah menjaga independensinya dalam memutus perkara ini. Justru, menurutnya, jaksa yang diragukan independensinya karena jaksa hanya mengajukan tuntutan satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.

“Bagaimana mungkin jaksa dalam beberapa kali persidangan dalam pemeriksaan saksi, secara terang benderang, semua saksi mengatakan bahwa ada unsur terpenuhi penistaan agama‎, tapi tuntutannya seperti itu,” ujarnya.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan hukuman dua tahun penjara terhadap Ahok. Gubernur DKI Jakarta itu terbukti bersalah melanggar pasal 156a KUHP tentang penodaan agama. Hakim juga memerintahkan Ahok segera ditahan.

Doakan Ahok Kuat

Di sisi lain politikus Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mendoakan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tabah dan kuat menerima vonis hakim. Ini terkait putusan 2 tahun penjara untuk Ahok dalam kasus penodaan agama.

“Saya sungguh prihatin atas vonis yang telah dijatuhkan atas Pak Ahok dengan hukuman 2 tahun penjara. Saya berharap agar Pak Ahok tabah dan kuat atas hukuman tersebut,” ujar Ace dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Selasa (9/5).

Terkait keputusan hukum yang melebihi dari tuntutan jaksa, timses Ahok di Pilgub DKI lalu ini menyerahkan kepada para kuasa hukum Ahok. Ace meminta semua menghormati proses hukum.

“Soal keputusan hukumnya melebihi dari tuntunan jaksa biarlah Pak Ahok dan tim hukumnya mengambil langkah hukum selanjutnya. Kita hormati proses hukum tersebut,” kata anggota Komisi II DPR itu.

Keluarga Ahok kemarin langsung mendatangi Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur. Keluarga Ahok yang terlihat datang adalah isteri Ahok, Veronica Tan, anak, Nicholas Purnama dan adik, Fifi Lety Indra. Ketiganya langsung masuk ke rutan tanpa memberikan komentar pada awak media.

Sebelumnya ketiganya tiba, datang lebih dulu Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Sama seperti keluarga Ahok, Djarot juga tak memberikan keterangan apapun.(mb/cnn indonesia/detik)

News Feed