oleh

Raja Salman Kecam Iran sebagai Negara Pelopor ISIS

Riyadh – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud mengecam Iran sebagai negara eksportir ekstremis Islam ke seluruh dunia. Raja Salman bersumpah untuk melenyapkan ISIS.

“Rezim Iran telah menjadi pelopor terorisme global sejak revolusi (Ayaathollah Ruhollah) Khomeini,” kata Raja Salman di hadapan pemimpin dunia peserta KTT Arab Islam Amerika, dilansir AFP, Senin (22/5).

Di acara yang juga dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu, Raja Salman menyebut dunia tidak mengenal adanya kelompok eksteremis sebelum adanya revolusi Khoemini. “Kita tidak tahu terorisme dan ekstremisme hingga revolusi Khomeini muncul,” ujarnya.

Arab Saudi juga bertekad melenyapkan ISIS. Hal itu disampaikan Raja Salman dihadapan kelompok jihadis Sunni.

Kedatangan Trump ke Arab merupakan lawatan pertamanya ke mancanegara sejak menjabat sebagai Presiden AS. Antara AS dan Arab telah menghasilkan kesepakatan komersial dan politik senilai hampir USD 110 miliar pada Sabtu (20/5).

Nilai kerja sama itu disebut tertinggi sepanjang sejarah AS. Kerja sama di bidang pertahanan antara lain kesepakatan sebesar USD 6 miliar dengan Lockheed Martin untuk membuat helikopter Blackhawk di Saudi yang membantu negara itu mengembangkan industri pertahanannya.

Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan perjanjian itu bertujuan untuk melawan pengaruh Iran yang tak masuk akal.

Iran Marah

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengkritisi keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyepakati penjualan senjata dan investasi lain senilai milyaran dolar dengan Arab Saudi.

Komentar Zarif dilontarkan beberapa jam setelah Trump, dalam kunjungannya ke Arab Saudi, meminta negara-negara Muslim dan Arab untuk bersatu dan mengalahkan ekstremis Islam.

Trump menyebut Iran sebagai sponsor utama kelompok militan, mengirim pesan keras untuk Teheran sehari setelah Hasan Rouhani kembali tepilih menjadi presiden negara tersebut.

“Iran–baru saja menjalani pemilu sungguhan–diserang oleh Presiden AS dengan dalih demokrasi dan moderasi. Kebijakan luar negeri atau hanya memerah Arab Saudi uang senilai $480 milyar?” kata Zarif lewat Twitter, dikutip Reuters.

Arab Saudi dan Iran telah lama saling menuding soal dukungan terhadap milisi yang dengan Islam dengan aliran berseberangan di seluruh penjuru Timur Tengah.

Menyambut Trump, Raja Salman dari Arab Saudi menyebut Teheran sebagai musuh bersama dan sumber terorisme yang harus dilawan berbarengan.

Dalam pidato kunci pertamanya di luar negeri, Trump mencoba untuk mendefinisikan ulang hubungannya dengann negara Muslim. Dia juga berupaya memfokuskan keinginannya untuk membatasi pengaruh Iran di kawasan. “Selama berdekade, Iran telah memicu konflik sektrarian dan teror,” ujarnya.(mb/detik/cnn indonesia)

News Feed