oleh

Sidang Vonis Ahok, MUI Minta Seluruh Pihak Hormati Putusan Hakim

Metrobatam, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan imbauan kepada masyarakat untuk hormati apapun hasil vonis terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Masyarakat diminta untuk mempercayai apapun keputusan yang ditetapkan oleh hakim.

“Pertama, bahwa kita MUI percaya terhadap keputusan hakim yang akan diambil pada sidang putusan Ahok,” ujar Ketua Majelis MUI bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi saat dihubungi detikcom, Selasa (9/5).

Masduki mengatakan, MUI sepenuhnya yakin kepada hakim. Dia percaya bahwa hakim akan memutuskan perkara secara independen dan sudah memenuhi rasa keadilan.

“Kami yakin Hakim akan memutuskan perkara secara independen. Hakim sebagai wakil Tuhan di muka bumi, kami yakin akan mengambil keputusan yang seadil-adilnya, yang tidak terpengaruh tuntutan jaksa, desakan ataupun bentuk-bentuk intervensi lainnya,” katanya.

Masduki juga mengimbau masyarakat agar menerima dengan lapang dada apapun keputusan yang ditetapkan. Dia meminta agar pihak manapun bisa menahan diri untuk tidak melakukan tindakan-tindakan di luar ketentuan hukum yang berlaku.

“MUI mengimbau agar seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam dan umat-umat lainnya untuk bisa menahan diri dan tidak melakukan langkah di luar ketentuan hukum yang berlaku. Kami mengimbau agar masyarakat jangan bereaksi di luar ketentuan atas keputusan hakim,” sebutnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar persoalan politik tidak dicampur-adukkan dengan sidang Ahok. Masduki menyebut jika hal itu terjadi maka dapat menyulutkan perselisihan dan menimbulkan perpecahan di kalangan masyarakat.

“Jangan mudah terprovokasi terhadap tumpangan politik ataupun kelompok lain yang ingin menumpangi kepentingan-kepentingan lain dalam kasus ini. Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing, tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum,” katanya.

Polri Kerahkan 5.500 Personel

Polisi terus melakukan persiapan pengamanan jelang sidang vonis perkara penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebanyak 5.500 lebih personel kepolisian dikerahkan.

“Kita ada 5.500 personel kepolisian dari Polres Jakarta Selatan, dibantu dari Polda dan dari Mabes Polri juga,” kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Setiawan di depan lokasi sidang, Gedung Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5).

Iwan juga mengatakan, untuk sidang kali ini, mobil-mobil seperti Water Canon, Barracuda dan Automatic Barrier Security juga ditambah dibanding sidang sebelumnya. Namun untuk sistem pengamanannya sendiri tidak ada perubahan.

“Jadi untuk pola pengamanan sidang kali ini tidak ada perbedaan dengan sidang-sidang sebelumnya. Kita hanya tambahkan personel dan peralatan,” ungkapnya.

5.500 Personel Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Sidang Vonis AhokFoto: Ibnu Hariyanto/detikcom

Selain dari kepolisian, pengamanan juga dibantu dari unsur TNI dan personel keamanan dari Kementerian Pertanian. “Kita juga dibantu dari personel TNI ada juga dari keamanan Kementerian Pertanian,” imbuh Iwan.

Seperti diketahui, Ahok akan menjalani sidang putusan kasus dugaan penistaan agama hari ini. Polisi pun menutup Jalan RM Harsono sebagai salah satu bentuk pengamanan.

Kawat berduri sudah dipasang di lokasi. TransJakarta koridor 6 pun tak bisa sampai Ragunan dan hanya melintas hingga SMK 57.

Tidak akan Terpengaruh Tekanan Massa

Kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna, mengatakan agar majelis hakim tetap independen hingga akhir meski ada aksi demo selama persidangan. “Kalau ada aksi massa badan peradilan tetap jaga independensinya dan jangan terpengaruh oleh tekanan massa atau oleh apapun juga,” kata Sirra saat dihubungi detikcom, Senin (8/5).

Terkait putusan hakim, Sirra tidak ingin berujar lebih jauh. Dia mengatakan akan tetap menghormati apapun vonis hakim pada Ahok.

“Kita tunggu aja kita jangan berandai-andai. Kita hormati proses yang sedang berjalan dan kita tunggu apa putusan dari majelis,” tuturnya.

Saat ini tim kuasa hukum pun meyakini Ahok sama sekali tidak terbukti melakukan penistaan agama seperti yang dituduhkan oleh jaksa penuntut umum. Namun apabila terbukti bersalah, pihaknya akan menerima dan tetap menghormati putusan hakim. “Kita hormati apapun putusan hakim,” tambahnya.

Seperti diketahui Ahok dituntut hukuman pidana 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Dalam surat tuntutan, jaksi menilai Ahok terbukti bersalah dan melanggar Pasal 156 KUHP yaitu menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan di muka umum terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia.

Dalam pleidoinya Ahok berharap majelis hakim dapat memutus perkara secara objektif dan adil. Menjelang vonis, Ahok mengaku siap dengan apapun vonis yang akan diberikan hakim kepada dirinya. “Doa saja. Tergantung nurani hakim,” ujar Ahok, Senin (8/5).

Karangan Bunga

Ada hal yang berbeda pada aksi kawal sidang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan agama yang digelar hari ini. Tampak karangan bunga dan tugu keadilan bertengger di depan Gedung Kementerian Pertanian yang menjadi lokasi sidang.

Pantauan di lokasi, di Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (9/5), karangan bunga terlihat di bagian tempat massa pro pendukung Ahok melakukan orasi. Ada sekitar sepuluh karangan bunga yang terpantau berjejer di dekat massa aksi.

Tulisan di karangan bunga itu beragam dan pengirimnya pun dari tempat yang berbeda-beda. Pada umumnya, karangan bunga tersebut meminta Gubernur DKI itu supaya divonis bebas karena dia tidak bersalah.

“Bebaskan Ahok. Ahok tidak bersalah. Ada cahaya dan warna setiap kehadirannya. Ahokers Surabaya,” demikian tulisan di salah satu karangan bunga.

Tak hanya itu. Ada beberapa dukungan lain yang dituliskan lewat karangan bunga. Seperti ‘Bebaskan Ahok. Tegakkan kebenaran dan Pancasila. Duo Cantik’

Kemudian ‘Kalau Pemimpin Jujur Kita Jatuhkan, mau jadi apa Indonesia. IPA 76 Tarakanita Pulor’. Ada juga karangan bunga yang dituliskan dengan bahasa daerah.

Massa pun juga memasang tugu keadilan di tempat mereka berunjuk rasa. Tampak simbol timbangan dan tulisan keadilan serta kebebasan berada dalam tugu tersebut.

Koordinator Relawan Tim Pemenangan Badja, Rendy Reinhart mengatakan karangan bunga ini sebagai dukungan moril kepada Ahok yang akan menghadapi sidang putusan pada hari ini. Ini juga dianggap sebagai aksi damai dalam menyampaikan aspirasi massa.

“Tentunya selain simbolik, secara kehadiran orang moril, ada dukungan berupa semangat berupa kata-kata juga gambarkan aksi damai dengan bunga,” kata Rendy di lokasi.

Dia juga menyebutkan karangan bunga ini bukan rekayasa yang dilakukan oleh pendukung Ahok. Menurut Rendy, ini murni bentuk dukungan dari masyarakat berbagai daerah.

“Dari macam-macam pengirimnya, sama sekali bukan rekayasa, murni dari gerakan masyarakat,” tuturnya.

Rendy pun berharap Ahok dapat divonis tidak bersalah. Dia menegaskan kasus ini seakan-akan menjadi kasus politik sehingga kalau Pilkada sekarang selesai, harusnya Ahok divonis bebas juga.

“Ya tentu harapan kita diputus tidak bersalah karena memang ini murni kasus politik karena kemarin politik,” sebut Rendy.

Sementara itu, massa pendukung Ahok tampak belum terlalu banyak di lokasi. Sebagian massa yang telah datang terlihat sedang bersiap-siap untuk melakukan aksi.(mb/detik)

News Feed