Usai Divonis 2 Tahun, Ahok Ditahan di Cipinang

Metrobatam, Jakarta – Usai divonis dua tahun, terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) langsung dibawa ke Rumah Tahanan Cipinang. Penahanan ini sesuai dengan perintah pengadilan agar Gubernur DKI Jakarta itu langsung di penjara.

Iya, dalam perjalanan,” kata kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna kepada CNNIndonesia.com, Selasa (9/5).

Bacaan Lainnya

Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menghukum Ahok dua tahun karena terbukti melanggar Pasal 156 KUHP tentang penodaan agama.

Vonis ini jauh dari tuntutan jaksa yang meminta hakim menghukum Ahok satu tahun dengan masa percobaan dua tahun penjara. Jaksa dalam tuntutannya juga hanya menjerat Ahok dengan pasal 156a tentang pernyataan yang mengandung permusuhan, kebencian dan penistaan terhadap satu golongan.

Ahok sendiri langsung mengajukan banding atas putusan ini. Sementara jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim ini.

Sementara Komisi Yudisial (KY) menyatakan siap menerima pengaduan dugaan pelanggaran hakim terkait dengan hukuman terhadap Gubernur DKI Jakarta alias Ahok selama 2 tahun.

Juru Bicara KY Farid Wajdi mengatakan pihaknya menghimbau seluruh pihak untuk menempuh jalur hukum apa pun putusan majelis hakim. Diketahui, majelis hakim menghukum Ahok 2 tahun pidana penjara karena terbukti melakukan penodaan agama.

Selain itu, KY juga menyatakan kesiapan lembaga itu terkait dengan dugaan pelanggaran perilaku. “Terhadap dugaan pelanggaran perilaku, gunakanlah jalur pelaporan yg telah juga diatur, Komisi Yudisial berusaha keras untuk tetap objektif dan serius dalam perkara ini,” kata Farid dalam keterangan resminya, Selasa (9/5).

Dia menuturkan pihaknya pun menghimbau pihak pro maupun kontra terhadap Ahok tetap menggunakan jalur hukum. KY dalam hal ini menyatak publik harus mulai percaya dengan sistem peradilan.

Diketahui, kericuhan pecah di massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok usai vonis dua tahun penjara. Dua orang dari massa pendukung Ahok diamankan polisi. Belum diketahui pendukung dari unsur mana yang diamankan polisi.

Pantauan CNNIndonesia.com, usai hakim membacakan vonis, sejumlah pendukung menangis. Mereka seakan tak percaya, Ahok, sapaan Basuki, harus dihukum dua tahun karena terbukti menodai agama.

Kepala Rutan Bicara Penahanan Ahok

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, Asep Sutandar membenarkan informasi bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan mendekam di rutan tersebut. Penahanan Ahok di rutan, dan bukan lembaga pemaysarakatan (LP), dilakukan karena proses hukumnya belum berkekuatan hukum tetap.

Seperti itu informasi yang kami terima, akan ditahan di sini,” kata Asep kepada CNNIndonesia.com, Selasa (9/5).

Asep menyatakan, Rutan Cipinang belum mempersiapkan ruangan dan hal-hal teknis lainnya terkait penahanan Ahok di salah satu sel rutan tersebut. Asep mengaku baru tahu Ahok bakal ditahan di Rutan Cipinang beberapa waktu lalu. “Belum persiapkan apa-apa, saya baru dibel juga oleh Jaksa,” ujar Asep.

Namun sesuai standar yang berlaku untuk seluruh tahanan, lanjut Asep, Ahok bakal menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum masuk Rutan dan bakal diregistrasi.

Ahok divonis dua tahun penjara dan diperintahkan untuk langsung ditahan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (9/5). Ahok terbukti bersalah melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

Ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto mengatakan, Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan penodaan agama. “Pidana penjara selama dua tahun, menetapkan agar terdakwa ditahan,” ujar Dwiarso saat membacakan putusan sidang.

Ahok didakwa dengan pasal 156a tentang penodaan agama dengan pasal 156 KUHP sebagai alternatif. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait