Tiga Bulan Perang, ISIS Marawi Mulai Serangan Bom Bunuh Diri

Metrobatam, Jakarta – Komandan Angkatan Bersenjata Filipina daerah Mindanao Barat Letnan Jenderal Carlito Galvez mengatakan bahwa para militan ISIS merencanakan serangan bom bunuh diri di dalam dan luar kota Marawi.

Pertempuran masih berlangsung hingga hari ini di salah satu kota terbesar Filipina itu, dua bulan setelah para militan melancarkan serangan pertama. Presiden Rodrigo Duterte pun mengatakan siap jika konflik mesti berjalan hingga setahun lamanya.

Bacaan Lainnya

Para petinggi pertahanan negara tersebut mengakui telah meremehkan para militan pro ISIS yang sangat terorganisir itu. Mereka menyapu kota itu pada 23 Mei lalu dan masih menguasai sebagian darinya meski terus digempur oleh ratusan tentara yang dibantu serangan udara dan artileri.

“Mereka pernah mencoba berlari ke arah tentara sambil membawa geranat. Itulah mengapa kami kehilangan banyak tentara kemarin,” ujar Galvez dalam dialog dengan para pengungsi, sebagaimana dikutip CNN Philippines, Minggu (23/7).

Galvez sebelumnya menyatakan 10 pasukan asing masih berada di Marawi. Beberapa di antaranya kemungkinan pernah bertempur di Mosul, Irak.

Militer menyatakan pertempuran di Marawi semakin intens sementara tentara merangkak sedikit-sedikit ke pusat pertahanan para militan yang masih tersisa.

Kongres Filipina telah menyetujui permintaan Duterte untuk memperpanjang darurat militer hingga akhir tahun di Mindanao. Dengan demikian, pasukan keamanan sekaligus mendapatkan kewenangan lebih besar untuk mengejar para ekstemis hingga ke luar Marawi.

Namun, masih belum jelas bagaimana Duterte akan mengatasi ekstremisme di negaranya, kelak, setelah pasukannya merebut kembali Marawi dan mengalahkan sekitar 70 miltan yang masih bersembunyi di antara puing-puing daerah komersial itu sembari menyandera banyak warga sipil.

Lebih dari 500 orang tewas, termasuk 45 warga sipil dan 105 pasukan pemerintah. Setelah sejumlah tenggat waktu sepihak pemerintah untuk merebut kembali kota tersebut gagal dipenuhi, pasukan militer menyatakan kini opsi yang mereka punya terbatas karena para sandera tersebut.(mb/cnn indonesia)

Pos terkait