2 Wanita Tewas Ditikam di Prancis, ISIS Mengklaim Bertanggung Jawab

Paris – Seorang pria bersenjatakan pisau menikam dua wanita hingga tewas di stasiun Saint-Charles, Marseille. Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.

Dituturkan kantor jaksa Prancis, seperti dilansir CNN, Senin (2/10), kepolisian setempat menyelidiki insiden penikaman yang terjadi pada Minggu (1/10) waktu setempat ini sebagai serangan teror. Penyelidikan kasus ini telah diserahkan kepada jaksa khusus di Paris.

Bacaan Lainnya

Dalam insiden tersebut, pelaku ditembak mati polisi militer Prancis. Otoritas setempat tengah menyelidiki apakah pelaku memiliki keterkaitan dengan organisasi terorisme.

Pada Minggu (1/10) malam waktu setempat, sayap media ISIS, Amaq, merilis pernyataan di media sosial yang isinya mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini. Dalam pernyataan berbahasa Arab, ISIS menyebut serangan ini ditargetkan terhadap Prancis yang merupakan anggota koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam memerangi ISIS di Suriah dan Irak.

“Pelaku melakukan operasi ini sebagai jawaban atas seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi,” demikian pernyataan ISIS.

Identitas pelaku belum dirilis ke publik. Kepolisian Marseille menyebut pelaku tidak membawa kartu identitas apapun. Namun dalam konferensi pers, Menteri Dalam Negeri Prancis, Gerard Collomb, menyatakan: “Pelaku memiliki beberapa identitas.”

Berbicara kepada media lokal BFM, afiliasi CNN, Collomb menuturkan bahwa saksi mata mendegar pelaku berteriak ‘Allahu Akbar’ saat beraksi. Motif penyerangan ini belum diketahui pasti.

Rekaman CCTV di lokasi kejadian menunjukkan pelaku menyerang korban pertamanya dengan pisau, sebelum akhirnya melarikan diri dan kembali menikam korban kedua. Kedua korban sama-sama wanita.

CCTV juga menunjukkan momen saat pelaku berlari menuju sejumlah polisi militer Prancis yang berdatangan ke lokasi serangan. “Sekali lagi kami mengapresiasi pengabdian dan tindakan luar biasa para tentara kita. Mereka mendapatkan rasa hormat saya,” ucap Collomb. (mb/detik)

Pos terkait