Panglima: Reformasi TNI Jalan Terus, Buktinya Rakyat Makin Percaya

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut reformasi di tubuh TNI terus dilakukan. Reformasi itu disebut Gatot telah sesuai dengan jalur.

“Reformasi TNI berjalan terus, kemudian sesuai dengan track yang digariskan,” ucap Gatot dalam wawancara yang disiarkan CNN Indonesia TV, Rabu (4/10).

Bacaan Lainnya

Gatot menyebut reformasi itu sesuai dengan jalur dengan bukti yaitu kepercayaan publik pada TNI. Menurut Gatot, rakyat semakin percaya pada TNI. “Buktinya sekarang ini kepercayaan pada TNI meningkat di mata masyarakat,” kata Gatot.

“Ini yang harus kita pertahankan, hukum adalah yang paling tinggi, semua harus bergerak berdasarkan hukum,” sambung Gatot.

Gatot juga menyoroti soal reformasi yang berjalan selama 20 tahun ini. Menurut Gatot, evaluasi harus selalu dilakukan untuk menuju ke kesempurnaan.

“Saya pikir reformasi berjalan 20 tahun, dengan evaluasi, berjalan terus menuju kesempurnaan, walaupun kesempurnaan sangat sulit,” ucap Gatot.

Panglima juga mengatakan penggunaan anggaran untuk pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) tidak serta-merta dilakukan. Gatot menegaskan pembelian itu harus sesuai dengan peruntukannya.

“Kalau kita memerlukan alutsista, kalau di dalam negeri ada, kita tidak boleh di luar. Kalau tidak ada, kita beli dari negara-negara sahabat. (Syaratnya) harus nomor satu dan untuk 2-3 tahun,” ucap Gatot.

Gatot kemudian berbicara tentang mimpi Indonesia sebagai poros maritim. Untuk mewujudkan hal itu, Gatot mengatakan, yang pertama dilakukan adalah pengamatan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia harus maksimal.

“Yang pertama harus dievaluasi, apakah ruang darat, udara, dan laut sudah bisa kita amati semua. Tanpa itu, kita tidak tahu harus beli apa. Harus bisa kita kuasai dalam pengamatan. Setelah itu baru kita bersamaan memikirkan bagaimana mengamankan dalam waktu cepat,” kata Gatot.

Dia mencontohkan, untuk wilayah udara, begitu ada pesawat asing masuk, TNI harus tahu lebih dulu dan memberikan peringatan. Gatot juga mencontohkan wilayah laut yang harus benar-benar dijaga.

“Begitu pemunculan di ujung mana pun, kita bisa langsung warning, ‘Eh, kamu salah masuk, nih.’ Lalu dilakukan pendampingan, diingatkan, ‘Kamu nggak turun, terpaksa kita tembak,’” kata Gatot.

“Begitupun kapal, dalam waktu sesingkat-singkatnya. Memerlukan kapal, pangkalan, bandara, dan sebagainya. Inilah yang sedang kita tata sehingga kebijakan yang saya paparkan ke Presiden, kita berdayakan pulau-pulau terluar. Ini semua yang harus kita manage pelan-pelan sesuai kondisi ekonomi sehingga semua wilayah bisa kita pantau,” ucap Gatot. (mb/detik)

Pos terkait