Jual Lahan Pemukiman Transmigrasi, Bupati Takalar Sulsel Ditahan Kejati

Metrobatam, Makassar – Usai dicecar selama 3 jam, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya menahan Bupati Takalar Buhanuddin Baharuddin, terkait kasus dugaan korupsi penjualan lahan pemukiman transmigrasi, di Kantor Kejati Sulselbar, jalan Urip Sumiharjo, Makassar, Senin (6/11).

“Saudara Burhanuddin Baharuddin, (Bupati Takalar) ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejati Sulsel no. PRINT-425/R.4/Fd.1/07/2017 tanggal 20 Juli 2017. Pemeriksaan terhadap tersangka dilakukan setelah sebelumnya yang bersangkutan tidak memenuhi 3 kali panggilan yang disampaikan oleh Penyidik,” ujar Kajati Sulselbar Jan S Maringka, Senin (6/11).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka, penyidik berpendapat telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP.

“Berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejati Sulawesi Selatan, tanggal 6 November 2017, penyidik telah melakukan penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi desa Laikang, Kecamatan Mengarabombang, Kabupaten Takalar Tahun Anggaran 2015,” imbuhnya.

Ke depannya, penahanan dilakukan untuk selama 20 hari. Yaitu terhitung sejak hari ini sampai dengan tanggal 25 November 2017 di Lapas Kelas I A Makassar.

Burhanuddin terlilit dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar lebih dari Rp17 Milyar. Tersangka diduga telah mengeluarkan izin prinsip untuk zona industri di lokasi yang sebenarnya merupakan pencadangan transmigrasi.

Sebelumnya, penyidik Kejati Sulsel sebelumnya telah menahan 2 orang terdakwa atas nama M.Noor Utary (Camat Manggarabombang) dan Risno Siswanto (Sekdes Laikang), yang saat ini perkaranya telah disidangkan di pengadilan. (mb/okezone)

Pos terkait