Kapolri Sebut Terorisme Jelang Natal – Tahun Baru Perlu Diwaspadai

Metrobatam, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut terorisme perlu diwaspadai jelang libur Natal dan Tahun Baru 2018. Namun, Tito memastikan ancaman terorisme tersebut telah diantisipasi jajarannya.

“Ada 3 hal penting yang kita waspadai, (urutan) satu, terorisme, kenapa? (berdasarkan) pengalaman,” ujar Tito di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (12/12).

Bacaan Lainnya

“Kita bekerja, tidak ingin sampai kecolongan,” imbuh Tito menegaskan.

Selain itu, Tito menyebut arus mudik akan menjadi perhatian Polri selanjutnya. Menurut Tito, masyarakat biasanya mengambil cuti untuk menghabiskan waktu libur panjang. “Kalau masyarakat ambil cuti sampai dengan tanggal 1 dan 2 (Januari 2018), berarti liburnya panjang ini. Libur panjang ini bisa terjadi migrasi arus mudik, arus balik,” ucap Tito.

Kekhawatiran Tito akan arus mudik itu merujuk pada ditutupnya Tol Gringsing. Dia khawatir akan ada kepadatan kendaraan di jalur pantai utara Jawa (pantura).

“Yang menjadi masalah mungkin Tol Gringsing sekarang lagi perbaikan. Otomatis ini menggunakan jalur Pantura. Oleh karena itu tetap kita waspadai arus mudik, arus balik. Rapat-rapat dengan stakeholder tetap kita lakukan. Ini yang dimaksimalkan nantinya,” ucap Tito.

“Kita minta masyarakat tidak berbondong-bondong pulang kampung,” imbuh Tito memberikan imbauan.

Hal terakhir yang menjadi perhatian Tito yaitu terkait distribusi bahan pokok. Menurutnya, momentum Natal dan pergantian tahun akan menuntut tingginya permintaan bahan pokok sehingga ketersediaan serta distribusinya harus dijaga.

“Supply cukup. Permasalahannya mungkin di proses distribusi, yaitu adanya pemain-pemain. Nah ini saya minta lakukan pendekatan kepada asosiasi-asosiasi pedagang, misalnya asosiasi pedagang gula, beras, supaya jangan mengambil keuntungan berlebihan yang mengakibatkan terjadinya inflasi,” ucap Tito.

“Kemudian kita waspada juga karena ini musim perayaan, kemeriahan, maka biasanya demand pangan tinggi. Beras, minyak, gula, dan lain-lain. Oleh karena itu kita lakukan rapat stabilitas harga pangan. Kemarin sudah dengan Mentan (Menteri Pertanian), Menperin (Menteri Perindustrian), Bulog, dan semua wilayah, kapolda, kapolres. Saya perintahkan untuk satgas pangannya mengawasi,” imbuh Tito menegaskan.

Malaysia Pulangkan Pelaku Teror Bom Panci

Sementara Kepolisian Diraja Malaysia akan memulangkan warga negara Indonesia terduga terkait terorisme yang tertangkap di Negeri Jiran. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan WNI yang ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia itu menangkap pelaku bersangkutan dengan aksi bom panci di Bandung, Jawa Barat.

“Kami juga bekerjasama dengan Kepolisian Malaysia ada satu yang ditangkap disana kemarin, kaitannya dengan bom panci saya tidak paham detilnya bom panci yang di Cendo atau Buah Batu,” katanya di Komplek Mabes Polri, Selasa (12/12).

Ditambahkan Tito, saat dirinya berkunjung ke sana, kepolisian Malaysia mengaku siap mendeportasi pelaku yang terkait dengan aksi teror bom panci di Bandung.

“Saya kemarin Sabtu pekan lalu ke Malaysia, dan berbicara dengan kepolisian Malaysia, dan mereka siap untuk mendeportasi ke Indonesia,” tambahnya.

Selain itu. Densus 88 Anti Teror Polri juga menangkap seorang WN Malaysia di Kalimantan Barat terkait dengan jaringan terorisme di Malaysia.

“Sebaliknya juga ada penangkapan di kita yaitu di Kalbar berkaitan dengan terorisme di Malaysia, kemarin Kadensus sudah berangkat ke sana (Malaysia) untuk membicarakan teknisnya,” ucapnya.

“Jadi sekali lagi, operasi yang kami lakukan disamping kegiatan kegiatan rutin.Tetapi juga peningkatan dalam rangka untuk mewaspadai malam Natal dan tahun baru, sekali lagi sampai hari ini tidak ada ancaman tidak ada.Kami bisa mendahului,” tutupnya. (mb/detik/okezone)

Pos terkait