Gerebek Kampung Ambon, Polisi Sita 18 Kg Sabu dan Senpi

Metrobatam, Jakarta – Polisi menyita 18 kg sabu saat menggerebek Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat. Polisi menangkap 6 orang dalam penggerebekan.

“Tersangka saat ini tertangkap ada 6 orang. Ada 2 perempuan dan 4 laki-laki,” kata Kapolsek Cengkareng Kompol Agung Budilaksono kepada detikcom di Kampung Ambon, Jl Akik, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (24/1).

Read More

Agung menjelaskan penggerebekan dilakukan oleh Polsek Cengkareng dibantu Polres Jakarta Barat dan Brimob Polda Metro Jaya. Tim gabungan masuk ke lokasi pukul 09.15 WIB.

Penggeledahan berlangsung sekitar 2 jam ini dilakukan oleh 97 orang personel gabungan. Ada 6 rumah yang digeledah oleh polisi. Keenam rumah tersebut sudah disinyalir menjadi sarang narkoba sebelumnya. Polisi melakukan pengintaian kurang lebih 2 minggu lalu sebelum dilakukan penggerebekan.

Selain keenam orang tersebut, dari lokasi polisi menyita uang tunai Rp 34 juta. Barang yang diduga bahan untuk membuat narkotika, sabu 18 kg, bong, timbangan serta ganja.

Agung mengatakan, kemungkinan ada jaringan besar yang mengendalikan narkoba di wilayah Kampung Ambon. “Ini kemungkinan jaringan narkoba dan terbesarnya sabu kemungkinan. Sebentar lagi kita rilis sama Kapolres ya lebih jelasnya. Ini lagi kita kumpulin data-datanya,” ujar Agung.

Selain menyita 18 kg sabu, polisi juga menyita 1 pucuk senjata api. “Ada senpi juga,” tambah Agung.

Pantauan detikcom, berbagai barang bukti dijejerkan polisi di atas meja di lokasi. Tampak ada 1 pucuk pistol dan sejumlah peluru yang disita.

Selain itu, ada pula uang tunai Rp 34 juta pecahan lima puluh ribu dan seratus ribu rupiah. Lalu ada TV, laptop, handphone, buku tabungan dan CCTV. “Ada juga CCTV 1 set (disita-red). Nah ini mereka ada yang kabur karena ada CCTV,” jelasnya.

BNN Amankan 7 Kg Sabu

Sementara Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan penyeludupan narkotika diduga jenis sabu dan ekstasi yang dilakukan oleh dua pelaku jaringan internasional melalui jalur laut. Kedua tersangka berinisial MI (27) dan AF (28), mereka merupakan warga Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Faisal Abdul Naser mengatakan kedua tersangka itu berhasil diringkus petugas tim gabungan BNN Pusat, BNNP Aceh, dan BNNK Langsa pada hari yang sama, Sabtu 20 Januari lalu, namun di tempat yang berbeda.

Tersangka MI, ditangkap tim gabungan ketika sedang melaju sepeda motor miliknya di kawasan jalan Bukit Selamat, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur. Setelah dilakukan penggeledahan dalam tas yang dibawa pelaku, petugas mendapatkan tujuh bungkus shabu dan tiga bungkus ekstasi.

“Pada tas yang dia bawa di motor tersebut didapatkan tujuh bungkus diduga shabu dan tiga bungkus ekstasi dengan nama tersangka MI,” kata Faisal saat dikonfirmasi, Rabu (24/1/2018).

Setelah dilakukan pengembangan, tim gabungan berhasil menangkap seorang pelaku lain yaitu tersangka AF ketika sedang berada di rumah orang tuanya kawasan jalan Gajah Mentah, kabupaten setempat.

Dikatakan Faisal, sebelumnya dilakukan penangkapan lebih dulu BNN Pusat mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada penyeludupan narkotika yang dilakukan oleh jaringan internasional Aceh-Penang, Malaysia melalui jalur laut.

“Narkotika tersebut diseludupkan melalui jalur laut menggunakan perahu motor ke wilayah perairan Aceh. Selanjutnya tim melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penangkapan,” ujarnya.

Hari ini, kedua pelaku tersebut sudah diberangkatkan ke Jakarta untuk ditindaklanjuti oleh BNN Pusat. “Kita meminta hukuman mati (terhadap kedua tersangka), namun semua itu keputusan tergantung pada pengadilan,” ungkapnya.

Dari penangkapan itu, petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika golongan I diduga jenis sabu kristal seberat sekira tujuh kilogram, dan diduga ekstasi sebanyak 300 butir. Serta, barang bukti dari pelaku tiga buah telefon selular, dua unit sepeda motor, dan kartu identitas pelaku.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka itu dikenakan dengan pasal 114 ayat 2 Jo pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (mb/detik/okezone)

Related posts