Istri Jual Suami untuk Layanan Pesta Seks Threesome

Metrobatam, Surabaya – Aksi prostitusi daring (online) kembali dibongkar polisi di Surabaya, Jawa Timur. Aksi seorang istri berinisial VR ini sungguh gila. Dalam aksinya ini, istri menjual suaminya untuk layanan threesome (layanan hubungan badan dengan 3 orang pemain).

VR yang masih berusia 20 tahun itu terbukti menjual RR (24), suaminya, melalui media sosial facebook untuk layanan seks threesome.

Read More

“Biasanya suami yang menjual istrinya, tapi dalam kasus ini istri yang menjual suaminya. Karena itu istrinya ditetapkan tersangka,” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan, Rabu (24/1).

Aksi suami istri itu terdeteksi setelah pihaknya melakukan penggerebekan di sebuah kamar hotel di Jalan Kayoon Surabaya, akhir pekan lalu. “Dalam kamar ditemukan pasangan suami dan isteri (VR dan RR) dan seorang lelaki yang memanfaatkan layanan threesome,” ucapnya.

Di grup facebook yang dikelolanya, sang istri menawarkan tarif untuk suaminya sebesar Rp 300.000 hingga 500.000 untuk sekali kencan. “Aksi threesome itu adalah yang keempat kali dilakukan suami istri. Itu menurut pengakuan tersangka,” ujar Rudi.

Polisi menjerat perempuan tersebut dengan Pasal 2 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Penjualan Orang, serta Pasal 296 KUHP, dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.

Terkait dengan kasus tersebut, berikut 8 fakta terkait:

  • Tersangka adalah VR (20) dan suami adalah RR (24).
  • Tersangka menawarkan suaminya untuk memuaskan nafsu melalui media sosial Facebook.
  • Kasus ini terjadi di Surabaya.
  • Kapolrestabes Surabaya, Kombes Rudi Setiawan pada Rabu (24/1) mengatakan, pengungkapan kasus ini setelah polisi menggerebek sebuah kamar hotel di Jalan Kayoon, Surabaya pada akhir pekan lalu.
  • VR menawarkan RR senilai Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu untuk sekali kencan.
  • Melalui akun Facebook bernama fantasi real of pasutri, VR memposting status “cari partner threesome bermodal” sambil menyertakan foto.
  • Polisi menjerat VR menggunakan Pasal 2 Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Penjualan Orang, serta Pasal 296 KUHP, dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara.
  • Mengenai alasan, menurut polisi, tersangka nekat melakukan perbuatannya faktor ekonomi. (mb/kompas/tribun)

Related posts