Kala Gubernur Kalteng Lepas Status Duda 12 Tahun

Metrobatam, Jakarta – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran melepas status duda yang disandangnya selama 12 tahun. Kamis (25/1), kader PDIP itu mempersunting Yulistra Ivo Azhari.

Sugianto pernah menikah dengan artis Ussy Sulistiawati pada 12 Agustus 2005. Namun rumah tangga pria kelahiran Sampit 5 Juli 1973 itu dengan Ussy hanya bertahan hingga Desember 2016. Keduanya bercerai.

Read More

Kini, Sugianto memulai membangun rumah tangga dengan Ivo, perempuan 25 tahun yang dikenalnya sejak empat tahun silam.

Pesta megah menyambut pernikahan Sugianto-Ivo digelar di Kota Palangka Raya. Sejumlah tokoh seperti Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Zulkifli Hasan, hadir dalam pesta pernikahan Sugianto. Tak hanya itu, kirab Budaya pun digelar di ibu kota Kalteng itu untuk menyambut pernikahan Sugianto.

Ribuan masyarakat Palangka Raya antusias menyaksikan kirab budaya Indonesia yang merupakan rangkaian pernikahan Sugianto-Ivo. Doa dan harapan mengalir dari masyarakat untuk orang nomor satu di Kalimantan Tengah itu.

“Kami sengaja datang bersama keluarga untuk menyaksikan kirab budaya. Selain itu juga ingin memberikan ucapan selama kepada bapak gubernur atas pernikahannya ini,” kata Naila Adine warga Palangka Raya.

Kirab budaya tersebut dilaksanakan mulai dan berakhir kembali di depan rumah jabatan gubernur di kawasan Bundaran Besar, Kota Palangka Raya.

Surahman, warga Palangka Raya lainnya mengatakan, meski kirab dijadwalkan pukul 14.00 WIB namun dia telah tiba di lokasi “start” kirab sejak pukul 12.30 WIB.

“Meski tidak kebagian makanan tapi saya tetap senang karena dapat menyaksikan kirab dalam rangka pernikahan Gubernur Kalteng,” kata pria 35 tahun ini.

Dalam kirab tersebut, Sugianto bersama istri menaiki replika kapal berbentuk burung tinggang atau enggang yang menjadi salah satu ciri khas masyarakat Kalimantan Tengah.

Kehadiran sejumlah tokoh dalam pernikahan Sugianto, juga menambah kemeriahan pernikahan. Banyak masyarakat maupun tamu undangan mengabadikan momen kedatangan JK dan Megawati menggunakan telepon genggam.

“Ini momen yang sangat jarang bisa memfoto pak wapres beserta ibu dengan jarak dekat. Meski tak bisa berfoto bersama dan hanya bisa mengambil foto tapi saya tetap senang,” kata Rusdiani salah satu tamu undangan di lokasi pernikahan.

Pangdam XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi mengatakan, petugas telah mengamankan sejumlah titik selama rangkaian acara pernikahan.

Achmad Supriyadi menginstruksikan kepada seluruh personel pengamanan untuk selalu jeli dan tak lalai terhadap hal sekecil apa pun yang berdampak pada kelancaran dan mengancam Wapres selama di Kota Palangka Raya.

“Sekali lagi saya tegaskan, saya tidak mentolerir adanya kesalahan sedikit pun dalam prosedur pengamanan. Kalau ada kesalahan, berarti gagal. Kalau jumlah personel, pastinya disesuaikan yang diperlukan,” katanya.

Pantauan di lapangan, sejumlah personel TNI dan Polri bersenjata langkap telah ditempatkan di sejumlah ruas jalan yang akan dilalui Wapres RI.

Lokasi tersebut seperti jalan Adonis Samad, RTA. Milono, Imam Bonjol dan kawasan Bundaran Besar. Sejumlah jalan persimpangan yang nantinya akan dilalui Wapres juga mendapat penjagaan aparat.

Ijab Kabul

Prosesi Ijab kabul Sugianto digelar di rumah jabatan yang biasa disebut Istana Isen Mulang di pusat Kota Palangka Raya. Jusuf Kalla dan Zulkifli Hasan menjadi saksi pernikahan.

“Kami mendoakan agar pak Gubernur dan ibu yang baru saja melangsungkan pernikahan menjadi keluarga ‘sakinah, mawadah dan warohmah’ serta langgeng,” kata Jusuf Kalla.

Proses ijab kabul tak diwakilkan oleh wali hakim melainkan oleh orang tua mempelai wanita secara langsung. Prosesi acara sakral tersebut juga berjalan tanpa kendala, baik orang tua maupun Gubernur Kalteng selaku mempelai pria dapat melalui proses ijab kabul dengan lancar.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Razak berharap setelah pernikahan, kinerja Sugianto akan semakin optimal

“Pak Sugianto 12 tahun menduda, sehingga kemungkinan ada kendala dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin serta pelayanan publik,” kata Razak. (mb/cnn indonesia)

Related posts