Kesal Sama Suami, Seorang Ibu di Subang Tega Siksa Anak Tirinya

Metrobatam, Subang – “Ibu tiri hanya cinta pada ayahku saja”. Sungguh tega, seorang ibu di Subang menganiaya anak tirinya yang berusia 7 tahun.

Insiden tersebut berlangsung di rumahnya di Kampung Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang pada Rabu (17/1) lalu. Sang ibu MB (30) tega menganiaya anak tirinya FS yang masih berusia 7 tahun.

Read More

“Ibunya ini menganiaya anak tirinya. Anaknya mengalami luka-luka di tubuhnya,” ungkap Kapolres Subang AKBP M Joni kepada detikcom via sambungan telepon, Minggu (21/1).

Polisi masih mendalami motif utama MB nekat menganiaya anak lelaki tirinya itu. Sejauh ini, pengakuan MB, anaknya disiksa lantaran berperilaku nakal. “Pengakuannya karena anaknya nakal. Tapi saat kita periksa tetangganya enggak nakal tuh. Anaknya biasa-biasa saja,” tuturnya.

Usai menganiaya anak tirinya, MB sempat kabur hingga polisi menetapkan status daftar pencarian orang (DPO). Beberapa hari dilakukan pencarian, polisi akhirnya menangkap MB di kawasan Cikole, Lembang, Bandung Barat pada Jumat (19/1) lalu.

Polisi menjerat MB dengan Pasal 80 ayat 1 Jo 76c UU nomor 35 tahun 2014 dan atau Pasal 44 UU RI No. 23 ahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. Ancaman hukuman di atas 7 tahun bui.

“Saat ini tersangka sudah kita amankan dan ditahan di rutan Polsek Sagalaherang,” kata Joni.

Ini Alasan Siksa Anak s

Alasan MB menyiksa anak itu ternyata karenak esal kepada suami, yang kemudian dilampiaskannya dengan menyiksa anak tirinya.

“Jadi dia kesal sama suaminya, jadi dilampiaskan ke anaknya. Itu berdasarkan pengakuannya dia,” ujar Kapolres Subang AKBP M Joni kepada detikcom via telepon genggamnya, Selasa (23/1).

Kekesalan MB terhadap suaminya lantaran faktor ekonomi. Joni menyebut MB merasa kurang atas penghasilan sang suami. “Karena suaminya ini hanya sopir ojek. Sehingga mungkin uangnya kurang jadi kesal,” tuturnya.

Selain itu, MB juga beralasan perilaku nakal anaknya menjadi motif penganiayaan. Bahkan, MB menyebut sang anak pernah tepergok mengambil uang milik ayahnya.

Namun, alasan-alasan dari MB bertolak belakang dengan hasil penyelidikan tim Satreskrim Polres Subang yang dipimpin AKP Ilyas Rustandi. Dari keterangan saksi tetangganya, perilaku sang anak justru baik-baik saja.

“Kita tanya ke tetangga maupun ke sekolah anaknya enggak ada yang bilang kalau anak itu nakal. Malah anak itu anak baik. Jadi itu semua hanya alasan dia saja,” kata Joni.

Kini, MB sudah mendekam di balik bui Mapolres Subang. Polisi menjerat MB dengan Pasal 80 ayat 1 Jo 76c UU nomor 35 tahun 2014 dan atau Pasal 44 UU RI No. 23 ahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. Ancaman hukuman di atas 7 tahun bui.

Insiden tersebut berlangsung di rumahnya di Kampung Cicadas, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang pada Rabu (17/1) lalu.

Polisi telah melakukan visum terhadap korban bocah pria yang masih duduk di kelas satu sekolah dasar (SD) itu. Dari hasil visum, polisi menemukan luka-luka yang cukup serius pada tubuh korban. (mb/detik)

Related posts