Rusuh Aksi GMBI di Pemkot Bekasi, 16 Orang Terluka

Metrobatam, Jakarta – Unjuk rasa Gerakan Bawah Masyarakat Indonesia (GMBI) wilayah Kota Bekasi berujung ricuh di kantor Pemerintah Kota Bekasi, Kamis (25/1). Polisi menyebut aksi rusuh itu terjadi antara GMBI dengan sejumlah ormas gabungan yang juga berada di kawasan Pemkot Bekasi.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing mengatakan, kerusuhan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB dan dapat diredam sekitar 30 menit kemudian. Penyebabnya, orasi yang dilakukan pihak GMBI dinilai telah menghina sejumlah ormas lainnya yang berada di kawasan tersebut.

Read More

“GMBI sedang melakukan orasi di depan Pemkot tentang korupsi tapi orasinya dianggap telah menghina ormas lain sehingga memancing kemarahan ormas gabungan,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Ketika GMBI menyuarakan orasinya, kata Erna, ormas gabungan yang berada di sana pun melempar motol minuman mineral dari dalam Pemkot Bekasi.

GMBI yang merasa tidak terima, kata Erna, balas melempari massa yang berada di dalam Pemkot Bekasi. Aksi saling lempar pun akhirnya terjadi dan berlangsung sekitar 30 menit.

“Kejadian itu akhirnya mengakibarkan banyak kendaraan yang parkir di halaman Pemkot jadi kena sasaran batu, pecah kaca dan hancur. Namun situasi sudah dapat diredam oleh aparat gabungan,” tuturnya.

Erna mengatakan, GMBI sudah melayangkan surat pemberitahuan soal kegiatan aksi tersebut. Mereka memiliki tiga tuntutan yang ingin disampaikan dalam aksi itu.

Ketiga tuntutan itu adalah melaporkan indikasi pemotongan upah pungut di Dinas Pendapatan Daerah Kota Bekasi, indikasi kebocoran pajak dan retribusi parkir di Kota Bekasi dan tindak lanjut dari kejaksaan terkait laporan GMBI yang sampai saat ini belum jelas.

Massa aksi GMBI, kata Erna, tiba di pintu depan samping Pemkot Bekasi dengan menggunakan satu unit mobil komando dan kendaraan R4 sebanyak 70 unit dan R2 sebanyak 150 unit.

Tiga orang dari kelompok tersebut pun melakukan orasi di depan Pemkot Bekasi. Usai ketiga orang tersebut melakukan orasi, kerusuhan pun terjadi.

“Aksi saling lempar itu mengakibatkan sebanyak 16 orang dari GMBI alami luka-luka,” kata Erna.

Erna mengatakan, luka kebanyakan dialami pada bagian kepala akibat lemparan batu.

Kepala Satpol PP Bekasi Suherman mengatakan, massa GMBI berjumlah kurang lebih 1.000 orang.

Menurut Suherman, massa GMBI juga menyuarakan aspirasi penolakan terhadap eksistensi kaum lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT). (mb/cnn indonesia)

Related posts