11 Jamaah Tablik Asal Kalbar Meninggal Tabrakan Maut di Kalteng

Metrobatam, Pontianak – Sebelas orang yang meninggal akibat kecelakaan maut di Jalur Trans Kalimantan, tepatnya di Jalan Tjilik Riwut, Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/2) pagi, adalah jamaah tabligh dari Kalimantan Barat.

“Mereka yang berangkat ini dalam rangka menghadiri musyawarah wilayah Kalimantan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan,” jelas Abas, salah satu keluarga korban saat ditemui tengah bermusyawarah di Masjid Al Ihsan, Jalan Budi Utomo, Kecamatan Pontianak Timur, Sabtu sore.

Read More

Abas menerangkan, jumlah jamaah yang berangkat dari berbagai daerah di Kalimantan Barat diperkirakan mencapai 500 orang. “Mereka ada yang pakai bus, mobil pribadi dan mobil bak terbuka (pikap),” terangnya.

Untuk diketahui, kecelakaan ini menimpa mobil pikap dengan nomor polisi KB 8629 yang memuat 14 orang jamaah tabligh dengan dump truk bernopol polisi DA1983 TN pengangkut semen.

Mobil pikap dikabarkan hilang kendali dan tabrakan dengan dump truk yang dikemudikan Ahmad Rianur, warga Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur yang melaju menuju arah Sampit. Tabrakan terjadi tepat di kilometer 32.

Tabrakan menyebabkan timbulnya percikan api dengan cepat membakar kedua mobil. Khususnya mobil pikap yang bermuatan penuh penumpang tersebut. Kedua mobil terguling ke sisi jalan. Warga setempat langsung memadamkan api dan berusaha memberi pertolongan. Namun sebagian besar korban meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka parah dan terbakar.

Selain sebelas penumpang pikap yang meninggal di tempat, tiga lainnya mengalami luka bakar yang serius dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit Mas Amsyar Kasongan, Kabupaten Katingan.

Dalam kecelakaan ini, Abas juga berduka. Pasalnya, anak dan keponakannya turut menjadi korban kecelakaan maut ini. “Anak saya, keponakan saya menumpang pikap yang tabrakan dengan dump truk itu,” ucapnya.

Lebih jauh Abas menceritakan, para jamaah tabligh akbar ini berangkat dari Pontianak pada Jumat (2/2) malam, sekira lepas Isya. Para jamaah berangkat beriringan. “Enam korban yang meninggal akan dibawa kembali ke Kalbar. Sedangkan yang lainya, akan dimakamkan di Kalteng,” ujar Abas.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Purnomo mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Polda Kalteng terkait insiden ini. “Kami masih koordinasi dengan kepolisian disana untuk memberikan bantuan mencarikan alamat keluarga korban yang berdomisili di Pontianak, Kalbar,” ujarnya singkat.

Berikut nama-nama korban tewas yang berhasil dihimpun; Alhuda (30) warga Tanjung Hilir, Pontianak Timur; Iyus (28) warga Kampung Kapur, Kubu Raya; Marwan (40) warga Punggur/Sungai Radak, Kubu Raya; Aulia (25) warga Siantan, Pontianak Utara; Jono (55) warga Siantan, Pontianak Utara; Agusni (50) warga warga Tanjung Hulu, Pontianak Timur.

Ust Hamzah (43) warga Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah; Ridwan (35) warga Mega Timur; Mukminin (40) warga Sungai Adong, Kubu Raya; Agus (35) warga Mega Timur; dan Mr x (sopir). Sedangkan korban yang dirawat di rumah sakit diantaranya, Lukman Ibrahim (26) dan Dedi Mulyadi (45) warga Kota Pontianak dan Hanafi (30) warga Mempawah. (mb/okezone)

Related posts