KPU Award 2018, Ketua DPC INSA Batam Beri Apresiasi kepada KPU Bea Cukai Batam

Metrobatam.com, Batam – Osman Hasyim Ketua DPC Kota Batam INSA (Indonesian National Shipowners Association) sukses mendapatkan KPU Award 2018 dari Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC), Tipe B Batam, Senin(12/2).

Osman Hasyim, Ketua DPC Kota Batam INSA (Indonesian National Shipowners Association) mengatakan, “Atas dapat penghargaan KPU Award 2018 suatu kebanggaan, karena kita tetap bersinergi terus dengan KPU Bea dan Cukai Batam. Hubungan INSA dengan KPU Bea dan Cukai Batam sangat bagus, agar hubungan itu baik. Jadi sebagai poros kemaritiman bisa terlaksanakan baik juga”.

Read More

“Harapan saya, tentang Percepatan, itukan ada beberapa poin, yang mungkin peraturan yang bersifat nasional sebagai daerah kondensor dan lain-lainnya. Tentunya perbaikan-perbaikan kedepan akan kita usulkan, nantinya INSA dirasakan ada yang kurang bisa kerja, nanti kita usulkan dalam hal relaksasi peraturan ada atau diskresi, karena banyak hal yang bersifat nasional, itu jelas-jelas tak bisa diterapkan di sini tidak mungkin peraturan pusat secara komprehensif Itu”. kata nya

“Contohnya saja, banyak perusahaan-perusahaan logistik, penyewaan-penyewaan alat peralatan, yang setiap barangnya keluar dari Batam itu harus dikenakan PPN. Sehingga, dirasakan barang PPN itu tidak melekat dibarang banyak perusahaan perusahaan penyewaan alat-alat berat, sekarang mereka pindahkan dari Johor Malaysia disewakan ke Indonesia. Seharusnya Batam menjadi tempat sebagai Bounded Area sebagaimana dulu sebagai pusat logistik itu, sangat bagus sangat yang pertama itu di Surabaya”. Ujar Osman

“Sementara itu, saya sudah berjalan berapa kantor sudah bisa dianalisis, kemudian, Pak Brata berjanji 3 minggu, lalu kita akan lakukan untuk yang lain, ternyata hari ini menurut kami potensi maritim kita ini belum kita Maksimalkan, sampai sejauh ini baru hanya sekitar 34% saja. Bahwa industri pelayaran itu memberikan sumbangan PNBP terbesar di Batam, kepada Piping saja 2 tahun lalu dari industri pelayaran itu hampir 500 miliar, kemudian terjadi gejolak ekonomi dunia dan pada tahun terakhirnya 2017 itu 380 miliar”. tambahnya

“Menurut kami baru 20% atau 30% saja, ini masih terus bisa kita kembangkan Untuk itulah saya harapkan Batam menjadi poros maritim, kita ingin Batam menjadi tempat Kapal-kapal berkumpul. Apa kita akan berlayar efek kepada industri lain, ini yang akan kita buat bukan pajak bukan dalam bentuk yang lain, sesuai dengan PP Nomor 15 Tahun tahun 2016”. tutupnya. (toni)

Related posts