Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta – Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jumat (23/2) pagi.

Tiga potongan tubuh tersebut ditemukan sekitar dua kilometer dari titik pusat longsoran Bukit Loi. Ketiga potongan tubuh tersebut terdiri atas dua potong kaki dan potongan bagian pinggul sampai lutut.

Read More

Temuan awal ada di Dusun Cikarae pada pukul 06.10 WIB, berupa potongan kaki kiri, selanjutnya pada pukul 07.40 WIB di lokasi yang sama ditemukan potongan kaki kanan.

Selang satu jam, Tim SAR bersama warga menemukan potongan bagian pinggul hingga lutut pada pukul 08.40 WIB. Ketiga potongan tersebut langsung dibawa dikumpulkan ke Puskesmas Bentar.

“Sampai pukul 09.30 ini, Tim Gabungan sudah menemukan tiga potongan korban di sekitar Dusun Cikarae. Ini berarti posisi korban yang tertimbun mulai mengarah ke bawah,” kata Kapolres Brebes AKBP Sugiarto.

Tanah longsor terjadi di hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem Petak 26 RPH Babakan pada Kamis (22/2) pukul 08.00 WIB. Saat ini, proses pencarian korban saat ini masih dilanjutkan. Tim sedang mengidentifikasi jumlah warga di lokasi sebelum kejadian.

“Kalau lokasi pencarian kita bagi empat sektor, tapi diawali dari titik ditemukannya korban selamat. Ini untuk kepentingan identifikasi menggambarkan suasana saat sebelum kejadian”, ungkap Kepala Basarnas Jateng Noer Isrodin.

Jumlah korban tanah longsor hingga Jumat (23/2) bertambah menjadi enam orang. Satu korban tewas terakhir adalah Carki (53) warga Desa Pasir Panjang yang sempat dirawat di RSU Majenang.

Sedangkan lima korban tewas kemarin adalah Kardini (66) warga Desa Pasir Panjang, Casto (48) warga Desa Bentarsari, Wati (80) warga Desa Pasir Panjang, Radam (59) warga Desa Cikokol dan Kiswan (45) warga Desa Pasir Panjang.

“Satu korban yang sempat dirujuk di RSUD Majenang atas nama Carki (50). Meninggal tadi pagi,” kata kata Sugiarto.

Pagi ini, pencarian terhadap korban dilakukan secara manual karena alat berat untuk mengeruk tanah belum bisa sampai lokasi. Sejumlah ruas jalan menuju lokasi utama bencana terjadi tanah longsor dan retakan-retakan tanah.

Sugiarto, seperti dikutip Antara, meminta masyarakat setempat tidak mendekat ke lokasi bencana karena masih rawan longsor susulan.

“Di sekitar lokasi longsor masih rawan. Apalagi tadi malam terjadi hujan. Kami imbau warga menjauh dari lokasi titik rawan,” katanya.

Sementara Penerangan Distrik Militer 0713 Brebes Seka Aan Setyawan menambahkan, sebanyak 535 orang lebih personel diturunkan untuk penanganan evakuasi tanah longsor.

Dia merinci 535 orang terdiri dari anggota Basarnas, Yonif 407/PK, Kodim 0713/Brebes, Satbrimob Polda Jateng, Polres Pekalongan Kota, Polres Kajen, Polres Pemalang,PMI dan BPBD Kabupeten Pemalang

“Ditambah warga sekitar. Untuk bantuan personel lagi kemungkinan hari ini akan bertambah dan bantuan alat berat masih dalam perjalanan,” kata dia. (mb/cnn indonesia)

Related posts