Sebelum Merusak Masjid di Tuban, Zaenudin Sempat Pukul Warga

Metrobatam, Tuban – Sebelum melakukan penyerangan Masjid Jami Baitur Rohim di Tuban, M. Zaenudin (40) warga Rembang-Jateng, sempat memukul seorang warga.

Warga bernama Muhammad itu menanyakan maksud kedatangan Zaenudin yang tak kunjung beranjak dari masjid yang ada di Jalan Sumurgempol No 77 Kelurahan Karangsari.

Read More

“Karena dipukul, korban bernama Muhamad lari keluar masjid dan memberitahukan warga. Pemukulan itu terjadi pukul 01.00 WIB,” kata Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR saat dihubungi detikcom, Selasa (13/2).

Setelah itu, jelas kapolres, pelaku memecah kaca jendela dan pintu masjid dengan kakinya. Aksi itu dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB. Warga yang mendengar suara kaca pecah, meneriaki pelaku untuk menghentikan perbuatannya.

“Pelaku merusak kaca jendela dan pintu masjid dengan kakinya dengan cara menendang. Saat ditegur warga, pelaku menjawab jika dirinya siap untuk mati,” tegas kapolres.

Aksi pelaku ini akhirnya dihentikan polisi yang datang. Wakapolres Tuban Kompol Tegih Priyo, Wasono, Kasat Intelkam dan Kasat Reskrim serta Kapolsek Tuban, melakukan komunikasi dan mebawa pelaku ke RSUD Tuban.

“Pelaku mengalami luka di tangan dan kaki karena menendang kaca jendela dan pintu. Dan sudah kita bawa ke RSUD Tuban untuk perawatan,” tambahnya.

Sedangkan istri dan 3 anaknya, terdiri dari 1 anak perempuan usia SMP dan 2 anak laki-laki dibawa ke Polres Tuban.

Zaenudin yang merupakan warga Desa Karangharjo RT 02 RW 01 Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini selanjutnya dibawa ke Polda Jatim. “Pelakunya kita bawa ke Polda Jatim, untuk diperiksa psikologisnya,” kata Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR saat dihubungi detikcom, Selasa (13/2).

Dia menjelaskan sebelum dibawa ke ke Polda Jatim, Zaenudin terlebih dulu bertemu dengan kiainya, yang rumahnya ada di depan Masjid Baitur Rohim, Jalan Sumurgempol No 77 Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban.

Zaenudin, jelas kapolres, sejak awal kedatangan bersama keluarganya ingin bertemu kiainya yang juga pengasuh Ponpes Al Islahiyah. Pengasuh Ponpes Al Islahiyah yang biasa disebut Gus Mad ini bertemu dengan Zaenudin.

“Jadi, si bapak ini ingin ketemu kiainya usai sholat isya. Tapi belum bertemu. Nah mungkin karena nunggu kelamaan, akhirnya dia mengamuk dan melempari kaca jendela dan pintu masjid. Dan pas sholat shubuh bertemu dan dibacain doa dengan kiainya, saat kondisinya sudah membaik. Kita bawa ke Polda Jatim,” tambah kapolres. (mb/detik)

Related posts