Tangis Keluarga Pecah saat Jenazah Korban Kecelakaan Tanjakan Emen Tiba di RSUD Tangsel

Metrobatam, Tangsel – Jerit tangis keluarga korban kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, pecah saat rombongan mobil ambulans pengangkut jenazah tiba di RSUD Tangerang Selatan, Minggu (11/2) pagi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah keluarga korban telah menunggu sejak pukul 06.00 WIB. Mereka berkumpul di bawah tenda besar yang sengaja dipasang tepat di sisi Ruang Pemulasaraan Jenazah RSUD Tangsel.

Read More

Begitu iring-iringan mobil ambulans tiba, suasana haru makin terasa. Pihak keluarga menangis dan menjerit histeris seolah tak percaya telah kehilangan orang yang mereka cintai.

“Mamah, mamah,” ucap seorang gadis belia histeris melihat mobil ambulans pengangkut jenazah ibunya tiba di Ruang Pemulasaraan Jenazah RSUD Tangsel.

Hal yang sama terjadi saat beberapa jenazah lain tiba di ruang pemulasaraan. Pihak keluarga tidak bisa membendung rasa haru. Bahkan, ada juga yang sempat terkulai lemas dan pingsan menyaksikan tubuh saudaranya dikeluarkan dari dalam mobil ambulans dengan posisi berada di keranda.

Seluruh jenazah akan dimandikan dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum dikafani. Setelah itu, barulah jenazah disalati di masjid yang lokasinya bersebelahan dengan Ruang Pemulasaraan RSUD Tangsel.

“Nanti kita mandikan, bersihkan. Jika sudah selesai, kita salatkan di masjid di sini,” terang (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Suhara Manulang.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 27 warga Kelurahan Pisangan, Ciputat Timur, Kota Tangsel, Banten, menjadi korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat.

Puluhan jenazah tersebut sebelumnya telah mendapat penanganan di RSUD Subang. Kemudian pada pagi ini diputuskan segera diantar ke keluarga masing-masing di Tangsel. (mb/okezone)

Related posts