Ancam Ledakkan Bom di Transmart, Seorang Mahasiswa Ditangkap Polisi

Metrobatam, Kupang – Tim Cyber Direskrimsus Polda Nusa Tenggara Timur menangkap mahasiswa Fakultas Peternakan sebuah perguruan tinggi di Kupang berinisial MYM (23) atas tuduhan menyebar ancaman bom di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kupang lewat akun Facebook-nya.

“MGM kami tangkap Senin (5/3) kemarin, setelah tim patroli cyber menemukan akun facebooknya berisi bom terhadap Transmart Kupang,” kata Wakil Direktur Ditreskrimum Polda NTT AKBP Yandri Irsan kepada wartawan di Kupang, Selasa (6/3/2018).

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, ancaman bom tersebut disebarkan MGM melalui akun Facebook atas nama Lymor Beitenis Laohan (lymor AG) dalam sebuah grup Facebook Victor Lerik. Akun tersebut menuliskan, “skrg semua status mengarah pada Transmart. Kamu tunggu besok beta pi pasang bom di Transmart dulu ew”.

Yandri menjelaskan, tulisan tersebut di-upload sehari setelah salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kupang diresmikan penggunaannya oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya pada Sabtu 3 Maret 2018.

“Yang bersangkutan meng-upload tulisan itu pada Minggu pukul 00.30 Wita. Tim kami, melakukan monitor, dan pada siang harinya kami ungkap dan berhasil mengamankan pelaku di kos-kosan rekannya dengan dukungan IT dan kerja sama dengan Polres Kupang Kota,” kata Yandri.

Dia menambahkan, pihaknya mendapati dua alat bukti yang cukup sehingga mahasiswa semester 10 Fakultas Peternakan sebuah universitas di Kupang itu ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.

“Barang bukti yang diamankan ada beberapa seperti ‘screen shot’ berisi bunyi ancaman bom, handphone, dan sim card-nya,” tuturnya.

Menurut Yandri, hasil pemeriksaan sementara diketahui modus tersangka melakukan tindakan tersebut hanya untuk iseng.

“Namun penyidik masih terus mendalami apakah ada modus lain, ataukah ada pihak lain yang terlibat untuk mengungkap kasus ini sampai terang,” katanya.

Atas kasus itu, tersangka dijerat Pasal 45 junto Pasal 27 ayat (4) Undang-Undang IT Nomor 11 Tahun 2008 diubah dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dengan ancaman hukum di atas lima tahun penjara. (mb/okezone)

Pos terkait