Mobil ‘Ndeso’ 100% Pakai Komponen Lokal

Metrobatam, Jakarta – Program pembuatan mobil desa dengan total nilai investasi hingga Rp 300 miliar yang digarap oleh dua investor lokal yaitu PT Kiat Inovasi Indonesia dan PT Velasto Indonesia (Astra Grup).

Untuk membangun mobil desa Direktur Utama PT Kiat Inovasi Indonesia Sukiyat menjelaskan, semua komponen yang digunakan merupakan komponen lokal. “Ini 100% Indonesia,” kata dia di Kementerian Industri, Selasa (27/3).

Bacaan Lainnya

Sebagai informasi, PT Astra Otoparts Tbk yang diwakili oleh 2 anak perusahaannya yaitu PT Velasto Indonesia dan PT Ardendi Jaya Sentosa, menandatangani nota kesepahaman dengan PT Kiat inovasi Indonesia, untuk menghadirkan inspirasi karya anak bangsa Alat Mekanisasi Multiguna Pedesaan atau AMMDes melalui dua perusahaan patungan yang akan segera didirikan dalam waktu dekat ini, di Gedung Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

Disaksikan secara langsung oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, nota kesepahaman yang berisi pengikatan untuk pendirian perusahaan usaha patungan ini ditandatangani oleh Direktur PT Velasto Indonesia dan Kuasa PT Ardendi Jaya Sentosa, Reiza Treistanto serta Direktur Utama PT Kiat Inovasi Indonesia, Sukiyat.

Direktur PT Velasto Indonesia, Reiza Treistanto menjelaskan, komponen mesin lokal untuk mobil desa juga akan terpasang sehingga mobil desa yang akan mulai produksi masal pada tahun 2019 ini memiliki 100% komponen dalam negeri.

“Dua perusahaan patungan yang akan segera didirikan tersebut nantinya adalah PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) sebagai perusahaan yang merancang, merekayasa, dan memproduksi AMMDes, serta PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) sebagai perusahaan yang memasarkan, menjual dan mendistribusikan suku cadangnya, serta menyediakan layanan dukungan teknis pasca penjualan.” kata dia.

Nantinya untuk segala proses pembuatan prototype dan test uji keselamatan semua akan dilakukan pada tahun 2018. Sementara produksi masal akan dilakukan pada tahun berikutnya. Dana Rp 300 miliar yang nantinya akan digunakan untuk membuat 15 ribu mobil desa kata dia, masih tergantung pasar. Namun untuk produksi awal pihaknya akan membuat sekitar 3.000-6.000 unit untuk dijual. (mb/detik)

Pos terkait