Imbas Tergelincirnya Lion Air, Sejumlah Penerbangan di Gorontalo Terganggu

Metrobatam, Gorontalo – Sejumlah penerbangan terganggu imbas pesawat Lion Air tergelincir pada Minggu (29/4) malam.

Otoritas bandar udara (notam), menyatakan penutupan operasional Bandar Udara Djalaludin Gorontalo hingga pukul 07.00 WITA, Senin (30/4) membuat beberapa penerbangan mengalami pembatalan (cancel flight).

Read More

Sejumlah penerbangan yang mengalami pembatalan yakni Batik Air nomor ID 6242 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK) ke Gorontalo, Batik Air nomor ID 6243 dari Gorontalo ke Cengkareng, Lion Air nomor JT 891 rute Gorontalo menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) dan Wings Air bernomor IW 1167 dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (MDC) ke Gorontalo.

“Lion Air Group akan meminimalisir dampak yang timbul dari kejadian tersebut, agar penerbangan- penerbangan lainnya tidak terganggu,” ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Lion Air.

Untuk itu lanjut Danang, Lion Air Group telah menginformasikan kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya dan juga memfasilitasi/melayani seluruh penumpang sesuai dengan kebutuhan menurut ketentuan dan peraturan yang berlaku seperti pembatalan penerbangan, pengembalian dana tiket (refund) ataupun kompensasi lainnya.

“Lion Air Group menyatakan permohonan maaf kepada para pelanggan beserta seluruh pihak yang terganggu dengan adanya kejadian ini,” pungkas Danang.

Pesawat Lion Air JT 892 Boeing 737-800NG registrasi PK-LOO yang lepas landas pukul 17.29 WITA dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) dan mendarat di Bandar Udara Djalaluddin, Gorontalo (GTO) pada 18.35 WITA, mengalami kejadian “veer off/ runway excursion” sesaat setelah mendarat di bandara Djalaludin Gorontalo, Minggu 29 April 2018.

JT892 yang mengangkut sekitar 174 penumpang dan tujuh kru pesawat tersebut tergelincir ketika mendarat di runway 27. Saat situasi terjadi, jarak pandang dilaporkan memenuhi persyaratan pendaratan dan kondisi hujan.

Akibatnya, kondisi pesawat mengalami nose landing gear patah, engine 1 rusak berat, engine 2 fan blade patah 11 bilah. Semua penumpangnya selamat. (mb/okezone)

Related posts