Ketum FBR Sebut Surat Permintaan THR ke Pengusaha Buat Lucu-lucuan, Kok Bisa?

Metrobatam, Jakarta – Panglima FBR Jabodetabek Syahrul Gozali sempat menyebut surat permintaan THR ke pengusaha tidak benar alias hoax. Meski begitu, Ketua Umum FBR Luthfi Hakim justru membenarkannya.

“Buat lucu-lucuan saja. Sekalian ngetes kepedulian pengusaha di sekitar situ. Kalau dikasih Alhamdulillah, kalau nggak dikasih nggak apa-apa, dan nggak ada paksaan kok,” kata Luthfi saat dihubungi detikcom, Senin (28/5).

Read More

Surat permintaan THR ke pengusaha yang ramai beredar di sosial media berlokasi di Kelapa Gading dan Kalideres. Hanya saja Luthfi mengaku baru mendapat laporan untuk yang di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Kalau yang di Kalideres, saya belum dapat laporan benar tidaknya. Kalau yang di Kelapa Gading memang benar,” ujar Luthfi.

Luthfi menambahkan, apabila surat tersebut dianggap melanggar hukum, maka dipersilakan untuk dilaporkan ke aparat berwajib.

“Kalau sekiranya surat tersebut ada pelanggaran hukum, silakan lapor kepada aparat penegak hukum,” tutur Luthfi.

Sebelumnya Panglima FBR Jabodetabek Syahrul Gozali membantah adanya surat itu. Menurut Luthfi, jawaban Syahrul lantaran belum mendapat laporan dari bawah. “Sebab FBR terlalu luas se-Jabodetabek,” jelas Luthfi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya sempat dimintai tanggapan terkait viral surat ini. Anies meminta semua pihak melaporkan dugaan pelanggaran hukum.

“Apabila dirasa ada pelanggaran hukum laporkan kepada penegak hukum. Bila merasa ada tindakan yang melanggar hukum, laporkan,” kata Anies kepada wartawan usai salat tarawih akbar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (26/5). (mb/okezone)

Related posts