Selama Lebaran, Seluruh Polda Siagakan Satgas Antiteror

Metrobatam, Jakarta – Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jendral Setyo Wasisto menyebut pihak kepolisian sudah melakukan serangkaian persiapan untuk mengantisipasi serangan teroris menjelang maupun setelah hari raya Idul Fitri. Hal itu termasuk menyiagakan satuan tugas antiteror selama Lebaran.

“Untuk aksi terorisme, Pak Kapolri sudah menyatakan kami siap sekarang. Persiapan kami siap menjelang dan sesudah lebaran,” kata Setyo saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta, Kamis (7/6).

Read More

Setyo mengatakan, satgas antiteror yang diaktifkan di setiap Polda di seluruh Indonesia tetap siaga mengawasi pergerakan jejaring teroris.

“Ini untuk mengawasi dan antisipasi sel-sel yang kita ketahui di setiap daerah,” katanya.

“Ini yang harus kami antisipasi, dan tentunya kami tidak kerja sendiri. Kami kerja sama dengan semua stakeholder dan juga Pemda setempat,” ujarnya.

Pihaknya pun mulai menerapkan antisipasi dengan deteksi dini di setiap titik-titik rawan teror. Namun, meski begitu dia tak menjelaskan titik mana saja yang termasuk dalam titik rawan serangan terorisme.

“Titiknya tidak bisa kami jelaskan. Yang jelas deteksi ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya aksi terorisme di masa tenang,” katanya.

Puncak Mudik Berubah

Kasubdit Pengawalan dan Patroli Jalan Raya Polri, Kombes Bambang Sentot Widodo menyebut ada kecenderungan puncak arus mudik, yang semula diperkirakan terjadi pada 12 dan 13 Juni, bergeser menjadi 8 dan 9 Juni. Dia memperkirakan hal itu karena adanya tambahan waktu cuti bersama.

Adanya tambahan tanggal cuti yang semula tanggal 12 Juni menjadi tanggal 11 Juni membuat pola perjalanan pemudik berubah.

“Karena bertambahnya cuti bersama dari awalnya tanggal 12 tahunya, ditambah jadi tanggal 11 hari Senin,” kata Bambang di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (7/6).

Penambahan waktu libur itu membuat pemudik memutuskan pulang pada Jumat sore pekan ini. Sehingga antisipasi lonjakan pemudik pada malam harinya harus dipersiapkan.

Hanya saja, kecenderungan itu juga bisa meleset dimana pemudik bisa saja memilih untuk mengambil langkah mudik di hari Sabtu pagi setelah santap sahur.

“Bisa juga ada kecenderungan pulang hari Sabtu pagi. Jadi ya kemungkinan bergeser puncak ini ke tanggal 8 dan 9,” terangnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga telah menyarankan masyarakat untuk melakukan perjalanan ke kampung halaman dua hari di antara dua puncak arus mudik Lebaran 2018. Ia menyebut puncak arus mudik adalah 8-9 Juni dan 12-13 Juni.

“Kita sarankan mudik yang baik (adalah) tanggal 10 dan 11 Juni. Karena ada dua puncak arus mudik 8-9 Juni dan 12-13 Juni,” kata Budi pada Selasa lalu. (mb/cnn indonesia)

Related posts