Musim Kemarau, 8 Kecamatan di Ciamis Rawan Kekeringan

Metrobatam,Ciamis – Saat ini beberapa wilayah di Indonesia masuki musim kemarau, termasuk di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. BPBD Ciamis memetakan sedikitnya delapan kecamatan rawan kekeringan.

Delapan kecamatan yang termasuk rawan kekeringan antara lain Ciamis, Banjarsari, Banjaranyar, Pamarican, Lakbok, Cijeungjing, Rancah dan Rajadesa. Setiap tahunnya masyarakat di daerah tersebut kerap kesulitan air bersih saat musim kemarau.

Read More

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Ciamis Ani Supriani mengatakan menerima informasi dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mengenai prakiraan cuaca. Di mana Ciamis sudah masuk musim kemarau dan merupakan daerah rawan kekeringan.

Ia menjelaskan musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi hingga bulan Oktober. Bahkan untuk fenomena El Nino dan La Nina kemungkinan berlangsung normal pada bulan November.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi untuk menanggulangi kekeringan di Ciamis, terutama masyarakat yang membutuhkan air bersih,” ujar Ani di Kantornya RAA Sastrawinata Ciamis Senin (23/7).

Untuk pengadaan air bersih selama musim kemarau, pihak BPBD akan bekerjasama dengan berbagai instansi pemerintah maupun swasta.”Kami akan mengajak dunia usaha, perbankan, PDAM dan BUMN untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat Ciamis yang membutuhkan karena kekeringan,” ungkap dia

Menurut dia umumnya daerah yang kekeringan di Ciamis ini merupakan daerah dataran tinggi atau pegunungan seperti di Cisadap Ciamis, Banjaranyar dan Cijeungjing daerah Majaprana.

“Sementara untuk di daerah Banjarsari itu banyak area persawahan yang kekeringan, ada sekitar 300 hektar setiap musim kemarau kekeringan. Untuk daerah Lakbok, masyarakat kekurangan air bersih karena air tanah menjadi keruh,” jelas dia

Dia mengatakan sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat mengenai persoalan kesulitan air bersih yang meluas. Hanya ada beberapa daerah saja yang mulai mengalami kekeringan.

“Bagi masyarakat yang memang sudah mengalami kesulitan air, bisa langsung memberikan laporan untuk kemudian akan ditindaklanjuti pengiriman air bersih,” kata Ani. (mb/detik)

Related posts