Imam Tetap Khusuk Salat Saat Gempa Bikin Netizen Merinding

Metrobatam, Jakarta – Gempa berkekuatan 7 skala richter (SR) yang terjadi di Lombok hingga Bali, Minggu (5/8), tak menggoyahkan seorang imam untuk menghentikan salatnya. Keputusan tersebut banjir pujian dari netizen.

Imam yang memimpin salat di Musala As-Syuhada, Bali, ini masih teguh mendirikan salat dengan sebagian makmumnya, meski gempa besar mengguncang musala tersebut pada kemarin malam.

Bacaan Lainnya

Kondisi tersebut terekam melalui sebuah video yang viral di media sosial, termasuk Twitter. Tak sedikit netizen yang memberikan pujian kepada imam tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 SR di Lombok, NTB, bertambah menjadi 91 orang. Sebanyak 209 orang dilaporkan luka-luka.

“Sampai siang ini, total korban meninggal dunia 91 orang, 209 orang luka-luka, ribuan rumah rusak. Ini data sementara yang kita perkirakan jumlah ini masih akan bertambah, belum semua wilayah di Lombok terjangkau petugas SAR gabungan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Senin (6/8).

Menurut Sutopo, korban meninggal dunia terbanyak terdata di Lombok Utara, yakni 72 orang, dan 64 orang terluka. Di Mataram tercatat 4 orang meninggal dunia, 63 orang luka berat, dan 8 orang luka ringan. Korban juga terdata di Lombok Timur dan Lombok Tengah.

Sebagian besar korban meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Sutopo menyebut seluruh korban meninggal dunia merupakan WNI.

Guncangan gempa juga merusak bagian pura dan merobohkan menara masjid di Lombok Barat. Pantauan detikcom, Senin (6/8), salah satu masjid yang rusak adalah Masjid Al Ihsan di Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat. Menara masjid roboh akibat gempa.

Masjid itu memiliki 2 menara yang terletak di sisi kiri dan kanan masjid. Kedua menara itu patah dan menimpa bagian lainnya. Selain masjid, gempa juga merusak Pura Batu Bolong di kawasan Desa Senggigi.

Gempa 7 SR di Lombok mengakibatkan 91 orang meninggal dunia dan 209 orang terluka. Ribuan rumah rusak, dengan kondisi terparah di Lombok Utara.

Gempa yang terjadi pukul 18.46 WIB, Minggu (5/8) merupakan gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores. Tercatat 132 gempa susulan terjadi hingga pukul 08.00 WIB, Senin (6/8). (mb/detik)

Pos terkait