Mahfud Md Tolak Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma’ruf, Ini Alasannya

Metrobatam, Jakarta – Mahfud Md menolak menjadi ketua tim pemenangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ia mengungkap alasannya. Apa itu?

“Saya tak bisa jadi ketua timses atau tim pemenangan, karena saya berada di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP),” ujar Mahfud saat menghadiri acara pembekalan 750 bakal calon legislatif (bacaleg) PSI di Balai Sarbini, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (20/8).

Read More

Mahfud mengatakan BPIP erat kaitannya dengan urusan ideologi bangsa. BPIP sebagai penyelenggara negara harus netral.

“Itu ditugaskan oleh Presiden oleh Pak Jokowi untuk menata ideologi termasuk di dalamnya gimana netralitas penyelenggara negara, karena BPIP kan penyelenggara juga,” tuturnya.

Mahfud menyebut dirinya akan netral. Ia seolah menegaskan tidak akan memilih pasangan calon manapun untuk didukung, meski kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga telah merayunya.

“Jadi kalau saya masuk ke tim sukses yang manapun, itu berarti saya tak netral. Itu saja, jadi tim sukses kan gitu,” kata Mahfud.

Seperti diketahui, penasihat Prabowo yang kini merupakan caleg Gerindra mengunjungi Mahfud Md pada Sabtu (18/8). Mahfud disebut-sebut digoda untuk pindah kubu.

PDIP pun meyakini Mahfud masih tetap akan mendukung Jokowi meski gagal dipilih sebagai cawapres. PDIP pun mengungkap, Mahfud sudah pernah ditawari masuk timses Jokowi-Ma’ruf Amin namun menolak.

“Jadi ketika diminta untuk untuk menjadi ketua tim pemenangan, beliau nggak mau,” ungkap ujar Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari kepada detikcom, Minggu (19/8).

Hak Politik Mahfud

Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet menyatakan tidak mempermasalahkan gerilya politik dilakukan Muhammad Mahfud Mahmodin, atau dikenal Mahfud MD, usai tidak dipilih oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil presiden. Dia berkata sikap itu merupakan hak politik Mahfud sebagai warga negara yang dilindungi undang-undang.

“Pak Mahfud punya hak untuk mendukung siapapun yang dia yakini sejalan dan sevisi dengan beliau,” kata Bamsoet di Komplek Senayan Jakarta, Senin (20/8).

Hal ini dikatakan Bamsoet menyusul pertemuan Mahfud MD dengan politikus Gerindra Sudirman Said dan Said Didu. Bamsoet yang tergabung dalam koalisi pendukung Jokowi menyatakan hal itu tidak bisa dicegah dan merupakan keputusan pribadi Mahfud.

“Jadi ini bukan soal rela atau tidak rela, tapi ini kan semua realitas politik. Semua kemungkinan bisa terjadi,” ujarnya.

Bamsoet mengungkapkan pendekatan satu politisi dengan politisi lainnya adalah hal yang wajar di musim Pilpres. Hal ini dilakukan untuk memperkuat masing-masing barisan.

“Pedekate atau komunikasi yang dilakukan para elite politik dalam rangka memperkuat barisan masing-masing saya rasa wajar saja. Nah kembali berpulang kepada Pak Mahfudnya sendiri. Kan, semua hak dari kita sebagai warga negara,” kata dia.

Sementara Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, mendukung apapun keputusan Mahfud MD usai gagal terpilih sebagai bakal calon wakil presiden bagi Joko Widodo di Pemilu 2019.

“Yang terbaik saja Pak Mahfud. Apapun keputusan Pak Mahfud kita hargai, dukung,” kata dia, saat ditemui di Masjid Jami Nurul Islam, Koja, Jakarta Pusat, Minggu (19/8).

Yenny menilai Mahfud sebagai tokoh yang mempunyai kapabilitas tinggi sebagai negarawan. Dia percaya Mahfud punya kemampuan dalam menentukan pilihan sehingga dapat mengutamakan kepentingan bangsa.

“Sosok yang mengedepankan keutuhan bangsa,” imbuhnya.

Dihadiahi Jersey MU

Sebelumnya Mahfud MD dihadiahi kaos jersey tim sepak bola asal Inggris Manchester United (MU) oleh Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Said mengenakan jersey Manchester City saat menyerahkan kaos MU tersebut kepada Mahfud MD.

Said menyebut jersey MU diberikan kepada Mahfud MD sebagai pelipur lara usai sahabatnya itu tak jadi calon wakil presiden dari Joko Widodo.

“Ini kan musim Liga Inggris mulai. Jersey MU baru. Ya sudahlah saya cari saja jersey MU sebagai bentuk persahabatan dibawain,” kata Said saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (19/8).

Said mengaku selama ini sudah bersahabat dengan Mahfud MD dan sering menonton bola bersama. Said penggemar Manchester City, sedangkan Mahfud menjagokan Manchester United.

Dalam pertemuan itu, Said juga menghibur Mahfud. Menurut Said, sahabatnya itu batal menjadi cawapres Jokowi lantaran kalangan politikus belum bisa menerima Mahfud MD yang notabene negarawan.

“Sebagai teman kan sempat beliau hampir tetarik masuk ke politik praktis, awalnya beliau negarawan. Ternyata gagal, saya ingatkan, ‘Pak, kita negarawan. Ternyata politisi belum menerima negarawan’,” tutur dia.

Said di kesempatan itu sempat bercanda dengan mengajak Mahfud MD pindah mendukung Manchester City. Namun Said menampik ajakan itu sebagai simbol mengajak Mahfud berpindah ke kubu Prabowo.

“Tidak, saya juga tidak di kubu mana-mana,” ucapnya.

Said melanjutkan, “Saya bilang, ‘Jauh lebih penting di jalur kebenaran daripada di satu pihak, tapi membuang kebenaran’,” ujar Said.

Mahfud sendiri telah mengungkap pertemuan tersebut di akun Twitternya. Pertemuan tersebut juga turut dihadiri Sudirman Said, calon gubernur Jawa Tengah dari Gerindra yang dikalahkan Ganjar Prabowo di Pilgub Jateng 2018.

Mahfud pun memastikan pertemuan dengan Said Didu dan Sudiriman Said tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan rencana perpindahan dukungan di Pipres 2019. “Tidak ada kaitannya,” kata Mahfud MD kepada detikcom. (mb/cnn indonesia/detik)

Related posts