Polisi Korban Penembakan di Tol Pejagan Cirebon Meninggal, Pelaku Diduga Kelompok JAD

Metrobatam, Jakarta – Ajun Inspektur Satu Dodon Kusgiantoro, salah satu dari dua polisi anggota Patroli Jalan Raya (PJR) yang tertembak di Kilometer 224 Ruas Tol Pejagan-Cirebon, meninggal dunia.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, institusi Polri sedang berduka atas kepergian Aiptu Dodon.

Bacaan Lainnya

“Betul, Polri berduka,” kata Setyo saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Selasa (28/8).

Aiptu Dodon meninggal setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon. Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, peluru yang ditembakkan pelaku ke arah Aiptu Dodon bersarang di bagian tubuh dada dan rahang.

Aiptu Dodon bersama rekannya Aiptu Widi Harjana ditembak oleh tiga orang tak dikenal pada Jumat (24/8). Sebelumnya, Setyo mengatakan dua dari tiga pelaku penembakan tersebut diduga teroris yang tergabung dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Kemungkinan betul [teroris], karena sempat ada yang melihat dan mau berobat di Rumah Sakit Slawi,” kata Setyo saat ditemui di Mabes Polri, Senin (27/8).

Kelompok JAD

Dugaan keduanya bagian dari JAD semakin kuat ketika diketahui orang tua dari mereka dulu juga berada dalam jaringan tersebut. Selain itu, orang tua pelaku tercatat pernah menjadi target Densus 88 di Cirebon.

“Saya belum bisa pastikan tetapi kemungkinan besar itu adalah kelompok JAD karena orangtuanya yang menjadi target ini kan pernah ditangani oleh Densus juga di Cirebon,” kata jenderal bintang dua itu.

Setyo juga mengatakan penggunaan senjata api untuk menembak PJR yang digunakan oleh pelaku semakin memperkuat dugaan tersebut. Saat ini, polisi sedang mendalami siapa target kedua penembak itu dan motifnya.

Dugaan keduanya bagian dari JAD semakin kuat ketika diketahui orang tua dari mereka dulu juga berada dalam jaringan tersebut. Selain itu, orang tua pelaku tercatat pernah menjadi target Densus 88 di Cirebon.

“Saya belum bisa pastikan tetapi kemungkinan besar itu adalah kelompok JAD karena orangtuanya yang menjadi target ini kan pernah ditangani oleh Densus juga di Cirebon,” kata Setyo.

Setyo juga mengatakan penggunaan senjata api untuk menembak PJR yang digunakan oleh pelaku semakin memperkuat dugaan tersebut. Saat ini, polisi sedang mendalami siapa target kedua penembak itu dan motifnya.

Meski masih berupa dugaan, Setyo mengatakan sejumlah temuan tersebut mengindikasikan pelaku memiliki niat untuk melakukan aksi kejahatan.

Apalagi, pelaku menyerang ketika ditanya oleh PJR saat berhenti di jalan tol dan diketahui membawa senjata api. “Ya sekarang kita bisa lihat siapa sih yang bisa punya senjata api yang bukan rakitan?” kata Setyo.

“Targetnya bukan PJR, saya duga mereka malah mau membegal. Waktu ditanyai sama PJR malah langsung menyerang. Kemungkinan bersar mereka akan merampok di tol, kan sepi itu.” lanjutnya.

Dua anggota PJR yang ditembak itu diketahui atas nama Aiptu Dodon Kusgiantoro dan Aiptu Widi Harjana.

Kejadian tersebut bermula saat dua anggota PJR tersebut sedang berpatroli di jalan Tol Kanci-Pejagan KM 224. Mereka melihat tiga orang tak dikenal sedang duduk di pinggir jalan, kemudian menegurnya.

Namun ketiga orang tak dikenal itu malah melakukan penembakan terhadap dua anggota PJR yang menanyakannya. Kedua anggota polisi itu juga sempat membalas tembakan ke arah tiga orang tidak dikenal tersebut.

Namun, ketiga orang tidak dikenal itu langsung melarikan diri. Sementara kedua polisi itu langsung dievakuasi ke RS Mitra Plumbon. (mb/detik)

Pos terkait