Survei Alvara: Sembilan Parpol Tak Lolos ke DPR di 2019

Metrobatam, Jakarta – Lembaga riset Alvara Research Center menyatakan akan ada sembilan partai yang tumbang di Pemilu 2019 karena tak lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

Chief Research Officer Alvara Harry Nugroho mengatakan sembilan partai tersebut memiliki elektabilitas di bawah 4 persen pada survei yang dilakukan pada 20-28 Juli 2018.

Bacaan Lainnya

“Sembilan partai dipersepsikan belum melakukan usaha-usaha signifikan, sehingga pemilih tidak melihat sesuatu yang berbeda dari partai besar yang sudah ada,” kata Harry pada jumpa pers di Jakarta Pusat, Jumat (3/8).

Sembilan parpol itu adalah PKS dengan elektabilitas 3,2 persen, Partai NasDem 2,8 persen, Partai Perindo 2,1 persen, PPP 1,8 persen, PAN 1,7 persen, Hanura 0,6 persen, PSI 0,4 persen, Partai Garuda 0,1 persen, dan Partai Berkarya 0,1 persen.

Sementara, lima partai yang lolos ke parlemen adalah PDIP dengan 24,9 persen, Partai Gerindra 15,6 persen, Partai Golkar 8,8 persen, PKB 4,7 persen, dan Partai Demokrat 4,6 persen.

Harry menerangkan hasil ini masih bisa berubah. Pasalnya, waktu pemilihan masih lama dan partai-partai memiliki waktu untuk menyapa akar rumput.

“Apalagi nanti ada caleg-caleg yang turun ke daerah untuk memperkenalkan partai. Masih bisa berubah,” lanjutnya.

Survei ini dilakukan menggunakan multistage random sampling dan melibatkan 1.142 responden. Margin of error survei mencapai 2,95 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei serupa, tapi hasilnya sedikit berbeda. Hanya lima partai yang diprediksi tak lolos parliamentary treshold.

Dalam survei 28 April-5 Mei 2018 itu, partai-partai yang tak lolos ke parlemen adalah PAN dengan elektabilitas 2,5 persen, Partai NasDem 2,3 persen, PKS 2,2 persen, dan PPP 1,8 persen, dan Hanura 0,7 persen.

LSI Denny JA menggunakan metode wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden. Survei menggunakan metode multistage random sampling dan margin of error 2,9 persen.

Diketahui, UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur ketentuan ambang batas parlemen sebesar 4 persen dari suara sah nasional. Jika tak mencapai angka ini, parpol itu tak bisa memiliki kursi di DPR. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait