Tinjau Korban Gempa Lombok, Jokowi dan TGB Boncengan Naik Trail

Metrobatam, Jakarta – Momen menarik terjadi di sela kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Negara tampak dibonceng Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).

Berdasarkan foto resmi yang dirilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Selasa (14/8), TGB membonceng Jokowi dengan sepeda motor trail milik Kodam Undaya.

Bacaan Lainnya

Jokowi dan TGB sama-sama menggenakan kemeja putih dan celana hitam. Helmnya juga sama. Yang beda sepatunya; Jokowi pakai sneaker dan TGB pantofel.

Dikawal Paspampres dan beberapa pejabat, keduanya naik motor meninjau korban gempa di lokasi pengungsian Dusun Terengan, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Kehadiran Jokowi dan TGB disambut baik ratusan warga yang mengungsi akibat gempa 7 Skala Richter (SR).

Jokowi memberikan lima arahannya dalam memberikan penanganan korban pascagempa. Pertama, ingin memastikan berapa jumlah rumah rusak berat, maupun rusak sedang, dan rusak ringan kepada korban.

Kedua, Jokowi memerintahkan agar bantuan bagi warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat untuk dapat diserahkan pada hari ini. Ia menargetkan sebanyak seribu kepala keluarga telah mendapatkan bantuan pada hari ini.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menginginkan agar aktivitas perekonomian di daerah terdampak gempa dapat sesegera mungkin dipulihkan.

Sementara dalam arahannya yang ketiga, Kepala Negara meminta jajarannya untuk turut memprioritaskan perbaikan fasilitas-fasilitas penunjang perekonomian.

“Untuk fasilitas-fasilitas umum yang berkaitan dengan ekonomi misalnya pasar agar ini didahulukan. Terutama pasar-pasar yang rusaknya ringan agar segera diperbaiki dan masyarakat didorong untuk beraktivitas ekonomi kembali,” tuturnya.

Keempat, Jokowi menyadari bahwa di daerah yang sama gempa pernah beberapa kali melanda sejak tahun 1979. Sebab, wilayah Lombok merupakan kawasan rawan bencana gempa bumi.

Ia ingin agar warga setempat diberikan edukasi mengenai pembangunan rumah yang tahan gempa untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi jika bencana tersebut kembali melanda di kemudian hari.

Adapun dalam amanat kelimanya, Kepala Negara juga menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk turut membenahi fasilitas-fasilitas pendidikan dan kesehatan yang rusak maupun hancur karena gempa.

1.300 TNI Dikerahkan

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan 1.300 personel Batalyon Zeni Konstruksi dan Zeni telah sampai di Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka akan membantu proses pemulihan infrastruktur pascagempa seperti rumah hingga fasilitas umum (fasum).

“Kompi Batalyon Zeni Konstruksi sudah hadir di sini sebanyak 1.300 personel. Zeni Tempur juga ada di sini. Nah mereka dilengkapi alat berat (untuk rekonstruksi infrastruktur),” kata Hadi di Lapangan GOR Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (14/8).

Hadi menuturkan para personel TNI itu akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Mereka bakal bekerja sama merehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat gempa.

“Termasuk nanti akan koordinasi dengan KemenPUPera. Mungkin bisa juga mengoperasikan alat-alat KemenPUPera untuk segera membantu dalam tahap rehabilitasi,” ujar Hadi.

Hadi menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berkunjung ke kemah-kemah pengungsi. Presiden, kata Hadi, memberi perintah agar puing-puing reruntuhan bangunan dibersihkan supaya siap untuk direhabilitasi.

“Presiden juga memerintahkan untuk segera membersihkan puing-puing mulai dari kota sampai menuju ke desa, terutama adalah puing-puing di depan pasar, di depan rumah sakit, di depan masjid segera dibersihkan dan segera dilaksanakan pada tahap rehabilitasi,” ucapnya. (mb/okezone/detik)

Pos terkait