Titik Api di Kalbar Lebih Dari 500, Sekolah Terpaksa Libur

Metrobatam, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan saat ini tercatat ada 526 titik api (hotspot) dalam kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Barat. Jumlah itu hampir setengah dari total 1.117 hotspot yang terpantau di seluruh Indonesia.

“Sebanyak 526 titik api tersebut, terdiri dari sebanyak 331 titik api kategori sedang, dan ketegori tinggi sebanyak 195 titik api,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, sebagaimana dilansir Antara, Senin (20/8).

Read More

Menurut Sutopo, 526 titik api diketahui dari hasil citra pemantauan selama 24 jam terakhir dari Satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog Modis LAPAN, pada pukul 08.22 WIB, katanya.

Sutopo mengatakan, banyak titik api di Kalbar yang sebagian besar penyebabnya akibat dibakar. Menurut dia, upaya pemadaman terus dilakukan tetapi tidak sebanding dengan peningkatan jumlah titik api.

“Sehingga harus terus ditingkatkan patroli dan pencegahan Karhutla,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Pontianak mulai hari ini meliburkan aktivitas belajar dan mengajar dari tingkat pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanak, dan sekolah dasar hingga 26 Agustus mendatang. Hal itu sebagai dampak dari kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin tebal dan mengganggu kesehatan.

Pada Minggu (19/8) pekan lalu, Wali Kota Pontianak Sutarmidji melalui media sosial menginstruksikan kepada sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak, agar meliburkan aktivitas belajar dan mengajar. Penyebabnya adalah kualitas udara di Pontianak semakin buruknya karena Karhutla tersebut.

“Sehubungan dengan kondisi udara di Kota Pontianak sangat buruk, maka saya instruksikan untuk meliburkan anak sekolah mulai dari PAUD, TK, SD mulai tangal 20 hingga 26 Agustus, dan masuk kembali tanggal 27 Agustus 2018,” kata Sutarmidji melalui media sosial.

Kemudian, menurut Sutarmidji untuk SMP/sederajat masuk kembali atau belajar kembali pada 24 Agustus mendatang. (mb/cnn indonesia/antara)

Related posts