Anak Krakatau 94 Kali Meletus, Status Masih Aman

Metrobatam, Cilegon – Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan letusan hingga 94 kali pada Senin (1/10) kemarin. Meski mengalami tremor terus-menerus, status gunung tersebut masih dalam kategori aman.

Saat ini, kondisi kegempaan gunung yang berada di Selat Sunda tersebut masih tinggi. Hal itu ditunjukkan dengan tremor terus-menerus. Namun kondisi itu masih berada di level II atau waspada.

Read More

“Kondisi Anak Krakatau saat ini kegempaannya masih tinggi, ditunjukkan dengan masih terekamnya tremor menerus,” kata Kepala Pos Pengamatan Pasauran Gunung Api Anak Krakatau, Deni Mardiono, saat dimintai konfirmasi, Selasa (2/10/2018).

Dengan status level II, pihak berwenang masih melarang masyarakat ataupun wisatawan mendekat dengan jarak radius 2 km dari kawah. Sedangkan objek wisata di pantai Anyer-Carita masih dikatakan aman untuk dikunjungi.

“Rekomendasi masih sama masyarakat tidak boleh mendekat dalam radius 2 km. Untuk wisatawan pantai Anyer-Carita, jarak 42 km saat ini aman dari letusan Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.

Letusan Anak Krakatau sudah terjadi sejak Juni 2018. Dibanding pada 2017, letusan gunung dengan ketinggian 338 mdpl itu terbilang cukup lama. Deni mengatakan pihaknya tidak dapat memprediksi sampai kapan letusan Anak Krakatau berakhir.

“Kalau untuk saat ini, tahun 2018 ini, Gunung Anak Krakatau hampir 4 bulan dari bulan Juni, kalau untuk tahun 2017 itu hanya dua hari, jadi nggak berbulan-bulan,” jelasnya.

Letusan Anak Krakatau pada tahun ini sampai mengeluarkan lava pijar. Aliran lava mengarah ke selatan dan sudah sampai ke laut. Deni menegaskan kondisi tersebut masih aman asalkan masyarakat mau mengikuti rekomendasi yang dikeluarkan otoritas terkait. (mb/detik)

Related posts