Buwas: Anak-anak di Video ‘Ganti Presiden’ Bukan Pramuka

Metrobatam, Jakarta – Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso (Buwas) memastikan bahwa video viral anak sekolah berteriak ‘2019 ganti presiden’ bukanlah Pramuka. Baju cokelat yang digunakan oleh anak-anak pun dikatakan hanya mirip seragam Gerakan Pramuka.

“Hasil pendalaman dari saya, tim Kwarnas dan Kwarda, kita kesimpulan, ternyata mereka bukan Pramuka. Jangan sampai Pramuka diseret ke kepentingan bukan Pramuka. Saya tidak mau Pramuka dicederai oleh sekelompok orang yang seolah-olah itu Pramuka,” ucap Buwas di Kantor Kwarnas Pramuka, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Read More

Buwas yakin seragam yang dikenakan bukanlah seragam Gerakan Pramuka. Ada beberapa tanda yang dilihat oleh Buwas.

“Tidak ada pembina Pramuka di sekelompok orang yang gunakan pakaian seragam mirip seragam Pramuka. Tidak ada tanda kemahiran khusus dan kemahiran umum sehingga itu bukti mereka bukan Pramuka,” kata Buwas.

“Tida ada badge Kwarda dan Kwarcab, itu yang harus kita pahami, nomor Gudep (Gugus Depan) juga tidak pakai, dan tidak pakai tutup kepala sebagaimana mestinya, dan tidak ada logo Boy Scout, itu juga tidak ada,” sambungnya.

Setelah memastikan hal itu bukan Pramuka, Buwas merasa tidak perlu lagi mendalami masalah itu. Termasuk di mana lokasi kejadian viral itu.

“Saya kira saya tidak perlu soalkan itu, karena bukan Pramuka. Kenapa saya persoalkan? Karena itu bukan Pramuka, tapi mirip, biarkan itu yang dalami bukan Pramuka, karena saya tidak ada kewenangannya,” kata Buwas.

Buwas pun tidak akan menuntut ke jalur hukum karena hal itu bukan Pramuka. Dia serahkan kasus itu kepada pihak kepolisian.

“Yang paling penting bagi saya adalah, menjelaskan bahwa itu bukan Pramuka. Jangan sampai Pramuka dicederai. Soal kelanjutan apakah ada pelanggaran hukum, saya serahkan kepada kepolisian,” ucap Buwas.

Sebelumnya, sebuah video beredar di Instagram soal sekumpulan anak sekolah yang mengenakan seragam pramuka berteriak-teriak ‘ganti presiden’. Mereka berada di sebuah pelataran gedung, yang belum diketahui lokasinya.

Dalam video itu terlihat beberapa orang dewasa. Salah satunya memimpin untuk memberikan aba-aba. Awalnya ia meminta anak-anak ini meneriakkan takbir ke hadapan kamera. Kemudian pria tersebut mulai meneriakkan soal ‘2019 ganti presiden’.

“2019…,” teriak pria itu memberi aba-aba.

“Ganti presiden,” balas anak-anak yang memakai baju pramuka dengan semangat.

Usut Video Siswa Teriak Ganti Presiden

Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily meminta Kemendikbud dan Kepolisian untuk mengusut pelaku yang mengajak anak sekolah berteriak ‘GantiPresiden’. Dia pun meminta kepada semua pihak untuk tidak mendoktrin anak yang belum mempunyai hak pilih.

“Saya kira nggak pada tempatnya, anak-anak itu diberikan doktrin tentang ganti presiden karena bagaimanapun anak-anak itu harus diberikan pendidikan lebih. Kedua, harus ditelusuri siapa guru atau pihak yang telah lakukan upaya mendeligitimasi terhadap pemerintah dengan membawa anak-anak untuk terlibat dalam proses politik praktis,” ujar Ace di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Dia meminta Kemendikbud dan pihak kepolisian untuk segera mengusut siapa oknum yang berada dibalik video tersebut. Menurutnya, mengajak anak masuk ke ranah politik bisa terkena pidana pemilu.

“Kita harus tahu siapa orangnya, karena ini menyangkut pidana pemilu bukan hanya skeedar kampanye melibatkan anak-anak tapi sudah jelas-jelas bahwa yang bersangkutan telah melanggar aturan pemilu,” ucapnya.

“Seharusnya kampanye nggak boleh melibatkan anak-anak, itu salah satu pelanggaran pemilu, maka kita minta Bawaslu dan Kementerian pendidikan tentu polisi bisa mengusut siapa sebetulnya orang-orang yang melibatkan anak dalam politik praktis,” sambungnya.

Sebelumnya, sebuah video beredar di Instagram soal sekumpulan anak sekolah yang mengenakan seragam pramuka berteriak-teriak ‘ganti presiden’. Mereka berada di sebuah pelataran gedung, yang belum diketahui lokasinya.

Dalam video itu terlihat beberapa orang dewasa. Salah satunya memimpin untuk memberikan aba-aba. Awalnya ia meminta anak-anak ini meneriakkan takbir ke hadapan kamera. Kemudian pria tersebut mulai meneriakkan soal ‘2019 ganti presiden’. (mb/detik)

Related posts