Guru SMAN 87 Jakarta Nelty Doktrin Siswanya untuk Anti-Jokowi

Metrobatam, Jakarta – Beredar kabar aduan dari seseorang yang menuduh guru di SMA Negeri 87 Jakarta Nelty Khairiyah mendoktrin siswanya untuk membenci Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pihak sekolah turun tangan mengenai perkara tersebut.

Dalam aduan yang viral tersebut, si pengadu yang mengaku orang tua murid menyebut anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan Nelty di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah. Masih dalam aduan itu, si pengadu menjelaskan guru Nelty menyebut banyak korban yang bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi.

Read More

Ia pun menyayangkan hal tersebut dan meminta pihak terkait turun tangan. Screenshot aduan yang viral tersebut sudah diketahui Kepala SMAN 87 Jakarta Patra Patriah.

Kepada detikcom, Rabu (10/10), Patra juga menunjukkan aduan dari nomor anonim yang menyayangkan perbuatan Nelty. Patriah menjelaskan, pihak sekolah sudah memeriksa guru Nelty.

“Pembinaan terhadap guru yang bersangkutan disaksikan dengan 3 wakil kepsek dan ka-TU,” ujar Patriah.

Hasil dari pembinaan itu, kata Patriah, Nelty sudah meminta maaf atas perbuatannya. Permintaan maaf tersebut dituliskan di atas kertas yang sudah ditandatangani.

“Guru tersebut minta maaf atas kekeliruannya dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. Beliau juga membuat pernyataan di atas kertas yang ditandatangani,” jelas Patriah.

Nelty sendiri Rabu siang dipanggil Dinas Pendidikan DKI. “Insya Allah ini habis salat zuhur saya ke dinas,” ujar Nelty saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (10/10).

Nelty mengatakan dia akan didampingi oleh Kepala Sekolah SMA 87 Jakarta Patra Patriah. Nelty mengatakan dia akan kooperatif terhadap proses di dinas.

“Iya. Pokoknya kepala sekolah ‘tolong bu nelty nanti berdampingan sama saya’. Oke bu insyaallah saya siap,” kata Nelty.

Nelty membantah aduan dari orang tua siswa yang kemudian viral tersebut. Menurutnya, dia sama sekali tak pernah menyebarkan doktrin tertentu, apalagi menjelek-jelekkan Jokowi.

“Jadi dari saya pribadi ini pak, Insyaallah, sama sekali tidak terjadi suatu apapun, dan tidak ada niat apapun sama sekali. Saya termasuk guru yang Insyaallah netral, saya netral sekali,” ujar Nelty.

Dalam aduan terhadap Nelty yang viral di media sosial, disebutkan si guru mengumpulkan murid di masjid lalu bercerita mengenai gempa Palu merupakan salah Jokowi. Nelty membantah isi aduan itu. Dia mengaku tak pernah mengumpulkan murid di masjid.

Mengenai aduan bahwa dia menjelek-jelekkan Jokowi, Nelty juga membantahnya. Menurut Nelty apa yang dia sampaikan hanya bersifat umum mengenai ajaran Islam.

“Nggak-nggak, saya bukan begitu bilangnya ke anak-anak. Yang saya bilang, nak, ini kalau kita kembali ke ajaran Islam, ini salah satu hal yang harus kita dahulukan untuk menyelesaikannya. Saya bilang gitu. Ada 3 hal yang harus kita selesaikan satu membayar utang, dua penyelenggaraan jenazah yang ketiga mengawinkan apabila anak gadis atau bujang sudah minta kawin. Itu. Saya mengedepankan itu ke anak-anak sebagai salah satu contoh dalam kajian agama islam. Itu. Makanya saya mohon banget diklarifikasi,” tutur Nelty. (mb/detik)

Related posts