Kebutuhan Logistik Pengungsi Menipis, Gempa 8,1 M dan Tsunami Susulan Hoax!

Metrobatam, Palu – Sebanyak 1.682 korban gempa dan tsunami Palu yang mengungsi di halaman Polda Sulawesi Tengah masih terus bertahan di lokasi meski kebutuhan logistik terus menipis.

Berdasar laporan Antara pada Senin (1/10) pagi, melaporkan ada lima orang meninggal di posko pengungsian akibat luka-luka berat atau sakit yang mereka alami.

Read More

Koordinator posko Polda, Ahmar FN mengungkapkan, selain lima orang yang meninggal, ada banyak pasien rujukan dari Rumah Sakit Undata Palu yang juga harus diinapkan di posko itu.

Pihak Polda sendiri juga telah menyaiapkan fasilitas tempat dan tenda, distribusi air bersih, penerangan serta kendaraan operasional yang sangat dibutuhkan warga.

Menurut Ahmar, hingga saat ini suplai makanan ke pengungsi masih sangat kurang. Sementara pengungsi sebagian besar berasal dari Talise, kampung nelayan, Kelurahan Tondo. “Umumnya adalah anak-anak kuliahan,” ujarnya singkat.

Posko itu juga membantu warga untuk mendapatkan laporan keluarganya yang masih hilang, karena dari berbagai tim terus melakukan langkah evakuasi di semua lokasi terdampak gempa dan tsunami.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo yang berkunjung ke Palu pada Minggu (30/9) meminta jajarannya untuk memprioritaskan evakuasi korban sebagai langkah pertama penanganan bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah.

“Yang pertama yang paling penting tadi saya tekankan pada seluruh Kementerian, TNI, Polri, juga Pak Gubernur, agar penanganan yang dilakukan pertama adalah yang berkaitan dengan evakuasi,” kata Presiden di Bandara Mutiara Sis Al Jufri.

Terkait proses evakuasi ini, Presiden mengatakan ada beberapa desa yang masih belum bisa dievakuasi karena keterbatasan alat berat.

“Besok pagi Insya Allah Pak Menteri PU sudah mengerahkan alat berat dari Mamuju, dari Gorontalo, dari Poso, dan nanti malam ini datang jadi besok pagi mulai evakuasi di tempat-tempat yang masih kita perkirakan ada korban yang belum bisa kita ambil,” kata dia.

Info Gempa 8,1 M dan Tsunami Susulan Hoax!

Usai gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Sulawesi Tengah dan mengakibatkan tsunami di Palu, muncul informasi-informasi gempa susulan yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyayangkan penyebaran berita palsu alias hoax tersebut.

Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menampilkan tangkapan layar berisi pesan palsu tersebut di akun Twitter-nya, Senin (1/10). Pesan itu sangat meresahkan.

Bunyi dari pesan itu adalah Palu akan diguncang gempa yang lebih dahsyat. Tak tanggung-tanggung, si pembuat hoax tersebut mengklaim pernyataannya berdasarkan informasi koleganya di BMKG. Berikut bunyi pesan tersebut:

Tolong hubungi Mama Mea dll yang di Palu. Palu siaga 1. Barusan temanku di BMKG habis periksa alat pendeteksi gempa yang dorang tarok di laut, kalau gempa susulan akan ada lebih besar dari kemarin, berkekuatan 8,1 ke atas dan berpotensi tsunami yang lebih besar dari kemarin.

Sutopo menegaskan informasi itu hoax. Sutopo meminta masyarakat mengabaikan saja pesan berantai yang tak jelas itu.

“Hoax ancaman gempa dan tsunami mulai menyebar di Kota Palu dan daerah lain. Masyarakat resah. Mohon jika menerima informasi seperti ini ABAIKAN. IniHOAX. Tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti,” tegasSutopo. (mb/cnn indonesia/detik)

Related posts