Muhammadiyah Imbau Warganya Tak Demo Protes Pembakaran Bendera HTI

Metrobatam, Jakarta – Polisi telah mengamankan pria yang diduga membawa bendera HTI saat peringatan hari santri di Garut, Jawa Barat. Pengurus Pusat Muhammadiyah meminta masyarakat tetap menahan diri menyikapi kejadian ini.

“Diimbau agar seluruh umat Islam dan warga bangsa dapat menahan diri dengan tetap bersikap tenang dan tidak berlebihan dalam menghadapi masalah yang sensitif ini. Hindari aksi-aksi yang dapat menambah persoalan menjadi bertambah berat dan dapat memperluas suasana saling pertentangan di tubuh umat dan bangsa.” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (26/10) malam.

Read More

Haedar menilai saat ini Indonesia masih menanggung beban karena masalah korupsi dan ekonomi. Dia meminta warga Muhammadiyah juga tak ikut melakukan aksi turun kejalan sebegai bentuk protes.

“Khusus kepada warga dan seluruh jajaran di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah agar tidak melakukan aksi-aksi massa dalam merespons masalah pembakaran bendera tersebut. Sebaiknya ikutserta dalam menciptakan suasana tenang, damai, dan kebersamaan untuk terwujudnya kemaslahatan umat dan bangsa,” ujarnya.

Muhammadiyah juga memerpercayakan proses hukum kasus pembakaran bendera ini kepada kepolisian. Namun dia tetap mengingatkan agar polisi objektif dan profesional.

“Aparat kepolisian hendaknya dapat bertindak objektif dan profesional sesuai koridor hukum yang berlaku disertai kemampuan membaca realitas secara cerdas dan bijak dalam semangat menegakkan hukum yang tidak sekadar verbal. Manakala penyelesaian hukum atas kasus ini bersifat parsial, tidak menyentuh substansi masalah utama, dan tidak menunjukkan objektivitas yang menyeluruh, maka dapat menimbulkan ketidakpuasan publik secara luas,” pungkasnya.

Polisi hingga kini masih memeriksa US (34) pembawa bendera berkalimat tauhid yang diidentifikasi kepolisian sebagai bendera HTI di tengah Apel Hari Santri Nasional (HSN) di Garut, Jawa Barat. Status hukum US akan segera diumumkan.

“Besok pagi pukul 10.00 WIB, kita akan konferensi pers di sini (Divisi Humas Polri), sekaligus (merilis) hasil pemeriksaan di Polda Jawa Barat,” kata Arief di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2018).

Gerakan Pemuda Ansor sebelumnya menegaskan bendera bertuliskan tauhid yang dibakar personel organisasinya, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), merupakan bendera HTI. Meski begitu, GP Ansor menyesalkan pembakaran tersebut karena seharusnya bendera itu diserahkan kepada polisi. Ansor juga meminta maaf bila kasus itu menimbulkan kegaduhan.

Banser Tak akan Bubar

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ketika menanggapi desakan Banser dibubarkan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan Banser tidak akan bubar.

“Tidak akan bubar sampai kiamat,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di kantornya, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).

Dia tak begitu mempermasalahkan seruan tersebut. Menurutnya, setiap orang memiliki kebebasan dalam menyampaikan pendapat.

“Orang minta boleh-boleh saja, masa dilarang,” ucapnya.

Seruan pembubaran Banser itu banyak diperbincangkan di media sosial. Seruan itu merupakan bentuk kecaman atas tidak Banser di Garut.

Pembakaran bendera itu terjadi bertepatan dengan perayaan Hari Santri Nasional pada Minggu (22/10). Polisi juga telah menangkap tiga pelaku pembakaran bendera tersebut. (mb/detik/cnn indonesia)

Related posts