PSI: Pertamax itu Dinikmati Orang Kaya Seperti Prabowo-Sandi

Metrobatam, Jakarta – Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menyindir pemerintah atas kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax menjadi Rp 10.400 dengan mengubah lirik lagu ‘Naik-naik ke Puncak Gunung’. PSI balik menyindir Fadli.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyebut Fadli tak kreatif. Sebagai Wakil Ketua DPR RI, Fadli disebutnya tak pantas sesuka hati mengubah lirik lagu orang lain demi kepentingan politik. Dalam hal ini untuk kepentingan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Read More

“Itulah kualitas wakil ketua DPR dari Gerindra semacam plagiat lah ya mengubah bait-bait lagu yang sudah terkenal, menunggangi lagu yang sudah terkenal demi kepentingan politik Prabowo,” kata Toni saat dihubungi, Kamis (11/10).

“Nah mungkin perlu saran saya sih Fadli bisa meng-hire pencipta lagu dari Rusia,” sambungnya.

Toni juga mengaku heran dengan jalan pikir Fadli mengkritik harga Pertamax yang naik dan menyebut rakyat sengsara karena kenaikan itu. Sebab, menurut Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu, Pertamax memang untuk dikonsumsi kalangan menengah ke atas.

“Pertamax itu dinikmati oleh kelas menengah ke atas orang kaya seperti Sandi dan Prabowo. Jadi nggak mungkin Sandi dan Prabowo memelas minta pada negara (harga murah) ketika harga acuan minyak dunia juga naik,” kata Toni.

PT Pertamina (Persero) kemarin menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax menjadi Rp 10.400. Waketum Partai Gerindra Fadli Zon lalu menyindir pemerintah atas kebijakan itu.

Sindirian disampaikan Fadli lewat akun Twitternya, @fadlizon, dengan memuat lirik lagu ‘Naik-naik ke Puncak Gunung’. Namun sama seperti lagu ‘Potong Bebek Angsa’, lirik lagu ciptaan Ibu Sud tersebut diubah untuk mengkritik pemerintah Joko

Sementara PKS justru membela Fadli Zon, yang mengubah lirik lagu ‘Naik-naik ke Puncak Gunung’ untuk menyindir pemerintah atas kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax. Malah PKS menyebut ada gubahan lagu itu yang lebih sesuai dari grup band Slank.

“Kami kira grup Slank punya visi kebangsaan yang baik,” kata Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin, Kamis (11/10).

Fadli sebelumnya melempar sindirannya melalui akun Twitter @fadlizon. Dia memuat lirik lagu ‘Naik-naik ke Puncak Gunung’ yang telah diubah dengan sindiran soal kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. PT Pertamina (Persero) memang kemarin menaikkan harga BBM Pertamax menjadi Rp 10.400.

Menurut Suhud, lagu itu mencerminkan kondisi Indonesia saat ini. Lagu itu dirilis Slank pada 1998 di album ‘Mata Hati Reformasi’.

Berikut ini lirik lagu tersebut:

Naik-naik ke puncak gunung

sembako naik setinggi gunung

Lihat kiri lihat ke kanan

rakyat kecekik harga-harga

Naik-naik ke puncak gunung

BBM naik nggak tanggung-tanggung

Lihat kiri lihat ke kanan

rakyat panik di mana-mana

Naik terus gak pernah turun

Naik melulu gak mau turun

Naik-naik ke puncak gunung

Penguasa tertinggi di puncak gunung

Lihat kiri lihat ke kanan

Tutup mulut mata rakyat sengsara

Naik-naik ke puncak gunung

Duduk di atas gak mau turun

Lihat kiri lihat ke kanan

Rakyat susah lo cuek aja

Udah paling tinggi pingin naik lagi

Harusnya pensiun gak mau diganti

Naik-naik ke puncak gunung

Besar pasak dari pada tiang

Lihat kiri lihat ke kanan

Pinjemnya getol bayarnya ogah

Naik-naik ke puncak gunung

Besar pasak dari pada tiang

Lihat kiri lihat ke kanan

Kakek yang ngutang yang bayar siapa

Naik terus gak pernah turun

Utang melulu gak bisa bayar. (mb/detik)

Related posts