TNI Minta Pemda Pro Aktif Tangani Korban Gempa Palu

Metrobatam, Palu – TNI meminta pemerintah daerah pro aktif dalam menangani para korban bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Muhammad Thohir mengungkapkan dalam rapat koordinasi yang di gelar Senin (1/10) pagi di Korem 132/Tadulako, tak ada perwakilan dari pemda yang hadir.

Read More

Padahal menurutnya, kehadiran pemda sangat penting untuk bisa segera mungkin mengembalikan roda kehidupan masyarakat Palu.

“Pagi kita minta pemda hadir, tidak ada yang datang satupun ini merupakan kendala yang kita hadapi di lapangan,” kata Thohir di Korem 132/Tadulako.

Dari hasil koordinasi, Thohir mengatakan hari ini sejumlah pihak direncanakan mulai membuka pasar di Kota Palu guna memenuhi kebutuhan dan mengembalikan roda ekonomi masyarakat.

Namun, pembukaan pasar tersebut tidak bisa dilakukan jika pemda tak terlibat.

“Tentara enggak bisa buka pasar, tolong ini disampaikan seluruhnya kita tidak mungkin buka pasar, kita tidak punya barang, kita tidak punya pedagang, yang punya tempat juga pemerintah mohon Pemda setempat berperan aktif sama-sama,” tutur Thohir.

Thohir menuturkan pemerintah pusat telah memerintahkan agar krisis yang terjadi di Palu bisa segera diselesaikan. Karenanya, ia kembali meminta agar Pemda mau ikut terlibat dan berperan aktif dalam penyelesaian krisis akibat gempa dan tsunami di Palu.

“Kalau kita di lapangan tidak kerja bersama sulit, TNI Polri bekerja sulit karena itu diperlukan kerja sama antara Pemda, masyarakat dibawah pengamanan TNI Polri,” katanya.

Warga Ingin Pergi dari Palu

Peristiwa gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9), memicu ketakutan warga terkait gempa susulan. Mereka berlomba keluar Palu dengan beragam cara. Termasuk, berjubel di dekat pesawat TNI yang mendarat.

CNNIndonesia.com berkesempatan untuk langsung terbang ke Palu dengan menumpang pesawat hercules milik TNI, Minggu (30/9).

Tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, CNNIndonesia.com masih harus mengantre untuk keluar dari pesawatHhercules tersebut. Sebab, pesawat itu tak sekedar membawa awak media saja, tetapi juga relawan serta bantuan bagi para korban.

Para awak media pun lantas ikut serta bersama para relawan dan personel TNI untuk mengeluarkan bantuan tersebut dari pesawat.

Belum selesai semua bantuan itu dikeluarkan, tiba-tiba segerombolan masyarakat justru mendekati pesawat Hercules tersebut. Mereka ingin naik ke pesawat dengan tujuannya untuk keluar dari Palu.

Alasannya, mereka trauma dengan getaran gempa sebesar 7,7 SR yang terjadi Jumat lalu dan ingin segera keluar dari Palu. Apalagi, sampai saat ini mereka juga masih terus merasakan gempa susulan.

“Pokoknya saya mau naik pesawat terserah dibawa ke Makasar atau ke mana yang penting keluar dari Palu, takut gempa terus,” kata Fatma, kepada CNNIndonesia.com, Minggu (30/9).

Ia pun sudah membawa semua perlengkapan yang ia butuhkan, termasuk kebutuhan untuk dua orang anaknya.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Lina, yang mengaku memiliki saudara di Makassar. Karenanya, ia ingin bisa keluar dari Palu dan mengungsi sementara di ibu kota Sulawesi Selatan itu.

“Kalau bisa ke Makasar pengen ke Makassar aja, tapi kalau ini ke Jakarta juga enggak apa-apa yang penting enggak di sini, susah kalau masih di sini,” tutur Lina.

Tak hanya warga Palu saja yang ikut mengantre untuk masuk pesawat, dari pantauan CNNIndonesia.com tampak beberapa warga negara asing juga ikut mengantre masuk ke pesawat TNI tersebut.

Personel TNI yang bertugas cukup kelawahan untuk meladeni warga yang terus memaksa ingin masuk ke dalam pesawat. Mereka pun terpaksa menutup pintu pesawat guna mencegah warga membludak masuk.

Diketahui, setiap harinya TNI menyiapkan pesawat hercules untuk mengangkut bantuan ke Palu. Kemudian dari Palu, biasanya pesawat akan mengangkut warga Palu menuju ke Makasar atau ke Jakarta, namun hal itu diprioritaskan bagi warga yang membutuhkan perawatan medis. (mb/cnn indonesia)

Related posts