Warga Palu: Setiap Malam Aroma Mayat Semakin Menyengat

Metrobatam, Palu- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencatat hingga Selasa (2/10) Pukul 13.00 WIB, jumlah korban meninggal yang berhasil ditemukan sebanyak 1.234 orang.

Pantauan Okezone di lokasi, bau menyengat sangat terasa di jalan Abdurrahman Saleh, Kota Palu tepatnya di Balai Wilayah Sungai III Sulawesi Tengah.

Read More

“Disini setiap malam pasti aroma jenazah korban gempa bumi semakin tercium baunya, itu sangat menyengat sekali,” kata salah satu warga, Roni di Palu kepada Okezone, Selasa (2/10).

Dia berharap, agar pemerintah setempat cepat untuk melakukan evakuasi warga yang tertimbun direruntuhan bangunan tersebut. Karena setiap hari bau itu akan terasa dan sangat menganggu.

“Kita ingin pemerintah bertindak cepat untuk menyelesaikan permasalah ini. Karena sangat menganggu,” ungkapnya.

Sementara itu, di daerah kawasan anjungan Palu Selatan juga sangat terasa bau jenazah. Bahkan ada satu kantong jenazah yang belum terangkat dan dibiarkan begitu saja.

Kantong jenazah yang berada di pinggir pantai itu, dibiarkan begitu saja oleh masyarakat sekitar. Dan dari pemerintah pun belum mengangkat kantong jenazah tersebut.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (2/10), jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah saat ini mencapai 844 orang.

Rinciannya, korban tewas di Palu mencapai 821 orang, di Donggala 11 orang, dan di Kabupaten Parigi Moutong 12 orang.

“Kebanyakan korban meninggal karena tertimpa oleh bangunan yang roboh karena gempa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara itu evakuasi terhadap korban terus dilakukan. Berbagai pihak terus mengirimkan tim relawan tanggap bencana untuk membantu masyarakat yang terkena bencana tersebut.

Tim yang diberangkatkan dari Manado khusus tim medis membawa bantuan medis dan sejumlah tenaga perawat,” ujar Sekjen Arus Bawah Jokowi (ABJ) Umar Maya Ibnu Fajar, Selasa (2/10).

Mereka diberangkatkan pada Selasa pagi dari Manado dan dilepas langsung oleh Ketua ABJ Michael Umbas.

Ketua Umum DPP ABJ, Michael Umbas mengatakan, sebelumnya relawan ABJ sudah mengirimkan relawannya untuk bergabung dengan DPD ABJ Sulteng. Mereka yang dikitim sudah terlatih di bidang bencana.

Di lokasi nanti, sambungnya, mereka juga akan bergabung di posko-posko bencana yang didirikan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin.

Sesuai arahan Pak Jokowi, relawan turun tangan ke Palu karena pasca-bencana rakyat masih sangat membutuhkan bantuan,” pungkasnya.

Butuh Air Minum dan MCK

Lapangan Vatulemo yang terletak di depan kantor Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjadi salah satu lokasi pengungsian para korban gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.

Siti (48) salah satu pengungsi berada di lokasi tersebut sejak Sabtu lalu. Sebelumnya, Siti mengungsi di Korem 132/Tadulako namun kemudian diarahkan untuk berpindah.

Sampai hari ini, kata Siti, kebutuhan air minum menjadi hal yang sangat dibutuhkan para pengungsi. Sebab, pemberian bantuan air minum tidak dilakukan setiap hari. “Air minum paling dibutuhkan di sini,” kata Siti di lokasi, Selasa (2/10).

Menurutnya, hari ini belum ada pembagian air minum. Siti mengatakan para pengungsi lain terpaksa harus merebus air sendiri untuk memenuhi kebutuhan air minum. “Ambil air sumur suntik, kemudian rebus pakai tungku kayu,” ujarnya.

Selain kebutuhan air minum, fasilitas MCK juga dibutuhkan oleh para pengungsi. Hal itu disampaikan Ilham (40) yang sudah mengungsi di Lapangan Valutome sejak Sabtu lalu. “Di sini ada MCK tapi enggak bisa dipakai,” ucap Ilham.

Ilham mengatakan para pengungsi terpaksa mencari fasilitas MCK di tempat lain. Namun, sampai saat ini belum ada aliran listrik. Air untuk MCK pun tidak ada. “Listrik enggak ada, air enggak ada, MCK susah,” katanya.

Selain itu, lanjut Ilham, obat-obatan juga dibutuhkan oleh pengungsi. Menurutnya, beberapa pengungsi mulai mengalami sakit selama berada di pengungsian.

“Ada yang batuk, demam, pusing, kalau bisa ada bantuan obat,” kata Ilham. (mb/okezone/cnn indonesia)

Related posts