Caleg di Maluku Utara Meninggal Usai Pingsan Saat Pleno

Metrobatam, Jakarta – Seorang calon legislatif di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, meninggal dunia usai pingsan ketika mengikuti rapat pleno penghitungan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Rabu (1/5).

Mendiang caleg yang diketahui bernama Abubakar Gailea dari Partai Demokrat tersebut sempat dibawa ke rumah sakit sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Muat Lebih

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, Abubakar hadir dalam rapat pleno tersebut sebagai saksi dari Partai Demokrat.

Usai pembacaan perolehan suara caleg DPR RI di Kecamatan Sulabesi Tengah, Ketua KPU Kepulauan Sula Yuni Yuningsi Ayuba memberi kesempatan para saksi menyampaikan pendapat. Abubakar adalah salah satu yang kemudian bicara.

Abubakar mengatakan ada perbedaan data pada form DA1 Desa Bega yang dipegang saksi, Panitia Pengawas Kecamatan, dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Ia pun meminta pimpinan pleno melakukan persamaan data form DA1 dengan membuka kotak suara.

Namun permintaan tersebut ditolak. Pimpinan pleno menyatakan perselisihan data DPT tidak membutuhkan pembukaan kotak suara karena tak ada masalah terkait perolehan suara caleg.

Abubakar kemudian duduk kembali. Namun kala itu wajahnya disebut saksi sudah pucat. Tak lama setelah duduk, ia tiba-tiba tersungkur dan tak sadarkan diri.

“Personel medis dari Polres Sula kemudian memberikan pertolongan pertama. Setelah itu beliau dilarikan ke RSUD Sanana,” ungkap Kapolres Kepulauan Sula AKBP Tri Yulianto.

Tak lama dirawat di Unit Gawat Darurat, Abubakar dinyatakan meninggal dunia. Pihak dokter menyebut ia mengalami gagal jantung.

“Jadi sempat mendapat tindakan respirasi jantung dan paru dari tim medis IGD, namun dokter menyatakan nyawanya tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia,” sambung Kapolres.

Akibat insiden ini, KPU menunda pleno hingga Kamis (2/5) sebagai bentuk bela sungkawa dan penghormatan.

“Kami merasa sangat kehilangan dan terpukul karena keseharian beliau sangat dekat dengan kami,” tutur Ketua DPD Demokrat Maluku Utara, Hendrata Thes yang juga Bupati Kepulauan Sula tersebut.

Hendrata mengatakan keinginan Abubakar adalah penyelenggaraan Pemilu 2019 yang transparan dan berharap kepergian Abubakar dapat mendorong pelaksanaan tahapan pemilihan umum dengan lebih baik di Kepulauan Sula. (mb/cnn indonesia)

Loading...

Pos terkait

Booking.com