Dihujat Soal Usulan UU Antigodaan Wanita, Politikus Malaysia Minta Maaf

Kuala Lumpur – Seorang anggota parlemen Malaysia menuai kontroversi setelah mengusulkan Undang-Undang (UU) untuk melindungi kaum pria dari godaan perempuan hingga melakukan kejahatan seks, seperti pemerkosaan. Namun setelah menuai hujatan atas usulannya itu, dia pun meminta maaf.

“Meskipun niat saya tulus, saya tidak mengira itu akan dianggap sebagai kesalahan besar yang menyinggung banyak perempuan dan juga pria,” tutur Mohamad Imran Abdul Hamid, senator dari koalisi partai berkuasa, Partai Keadilan Rakyat (PKR), seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/8/2019).

Read More

Permintaan maaf ini disampaikan setelah pemimpin PKR, Anwar Ibrahim mendesaknya untuk mencabut kata-katanya tersebut.

Usulan nyeleneh tersebut disampaikan Mohamad Imran saat sesi debat di majelis tinggi parlemen pada Rabu (31/7).

“Saya mengusulkan … undang-undang pelecehan seksual untuk melindungi kaum pria dari perbuatan, kata-kata dan pakaian perempuan, yang bisa menyebabkan pria tergoda hingga ke titik di mana mereka bisa melakukan perbuatan seperti inses, pemerkosaan, pelecehan, pornografi,” ujarnya seperti dilaporkan media lokal dan dilansir kantor berita AFP, Kamis (1/8/2019).

“Ini penting, kami kaum pria perlu dilindungi. Perbuatan, pakaian perempuan bisa menggoda kami untuk melanggar hukum,” cetus politikus itu.

Tak ayal, kata-kata Imran menuai kecaman dari berbagai pihak, khususnya para aktivis perempuan.

Aktivis HAM perempuan, Marina Mahathir, menyebut komentar politikus itu “melewati batas”.

“Dia memberikan alasan bagi kaum pria untuk berperilaku buruk,” cetus putri mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad tersebut.

Kecaman juga dilontarkan kelompok HAM perempuan, Sisters in Islam yang menegaskan bahwa kejahatan seks adalah tercela. “Kaum pria harus dimintai pertanggungjawaban jika mereka melakukan kejahatan ini, terlepas dari apa yang dipakai wanita,” demikian disampaikan kelompok tersebut. (mb/detik)

Related posts