Diduga Terlilit Utang, Karyawan OJK Tewas Bunuh Diri

Metrobatam, Jakarta – Pegawai outsourcing diduga bunuh diri di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tenaga outsourcing tersebut adalah petugas keamanan di kantor OJK.

“Pagi hari ini ditemukan tenaga outsourcing pengamanan dari PT Bina Kerja Cemerlang meninggal di lingkungan perkantoran OJK,” ujar Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot kepada detikcom, Kamis (28/11/2019).

Read More

Ia menambahkan bahwa OJK sudah berkoordinasi dengan Polsek Sawah Besar untuk mengetahui lebih lanjut penyebab meninggalnya karyawan tersebut.

“OJK sudah berkoordinasi dengan Polsek Sawah Besar, untuk meneliti penyebab kematiannya termasuk sudah melibatkan Tim Inafis dan membawa jenazah ke RSCM,” katanya.

OJK juga ikut berduka atas kejadian ini.

“OJK turut berbela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.

Terkait dugaan bunuh diri, OJK tengah berkoordinasi dengan Polsek Sawah Besar.

“Kami berkoordinasi dengan pihak berwajib (Polsek Sawah Besar), untuk meneliti penyebab kematiannya,” tambahnya.

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Diduga Terlilit Utang

Mahmud (38), seorang sekuriti di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tewas gantung diri di ruang pantry di kantornya. Korban diduga bunuh diri karena kesulitan ekonomi.

“Dari hasil pemeriksaan awal, diduga terlilit utang, banyak utang ke teman-temannya juga,” kata Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliyantoro Jalmaf dalam keterangan kepada detikcom, Kamis (28/11/2019).

Polisi telah memeriksa beberapa rekan kerja korban. Menurut teman-temannya, korban beberapa hari belakangan terlihat galau.

“Dan beberapa hari ini statusnya juga agak galau di WA-nya itu,” imbuhnya.

Korban pertama kali ditemukan tewas gantung diri di ruang pantry di lantai 5 kantor OJK pada pukul 06.30 WIB. Kematian korban diketahui pertama kali oleh seorang pegawai OJK yang hendak merokok di ruang pantry.

Saksi kemudian melihat bayangan di ruang pantry tersebut. Saat dilihat, bayangan itu ternyata korban gantung diri.

Saksi tidak berani mendekat, sehingga lari meninggalkan pantry. Dia kemudian melaporkan temuannya itu kepada sekuriti yang diteruskan melapor ke Polsek Sawah Besar.

Polisi telah datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi memeriksa saksi-saksi dan membawa jenazah korban ke RSCM.

“Dari hasil identifikasi Inafis, memang indikasinya bunuh diri,” kata Eli.

Eli menyebutkan, dari tanda-tanda kematian diduga korban bunuh diri, seperti adanya kursi di dekat korban, kemudian tangan yang menggenggam menandakan menahan rasa sakit. Selanjutnya, ciri lainnya, lidah menjulur keluar.

“Dan ada cairan keluar dari alat kelamin,” imbuhnya.

Polisi masih memeriksa sejumlah saksi terkait kejadian itu. Polisi masih menunggu keterangan dari pihak keluarga untuk mendalami penyebab korban bunuh diri. (mb/detik)

Related posts