Meriah, Pernikahan Budaya Adat Batak Simalungun di Pernikahan Putri Cabub Simalungun di Batam

Metrobatam.com, Batam – Pernikahan adat Batak ini salah satu istimewa dengan adat istiadat Simalungun, pasangan pengantin Indrayani Sinaga (Iin) dan Christopher Manurung (Chris). Acara pernikahan adat batak ini berlangsung dengan sangat meriah yang dihadiri sekitar 5000 an undangan yang memadati Grand Ballroom Restoran Golden Prawn, Batam, Sabtu, 23 November 2019.

Acara pernikahan menggunakan adat batak, maka rasa kekeluargaan akan semakin terasa dan hubungan satu dengan lainnya semakin erat. Seperti halnya pernikahan putri semata wayang dari pengusaha sukses Batam sekaligus Calon Bupati Simalungun, Sumatera Utara, Radiapo Hasiholan Sinaga yang menggelar resepsi pernikahan menggunakan adat batak.

Bacaan Lainnya

Samadin Sinaga, Anggota DPRD Provinsi Kepri menjelaskan, acara pernikahan adik kandung R. Sinaga, bahwa pesta pernikahan adat Batak itu bermula dengan perjanjian dan bimbingan pranikah, artinya memberi bimbingan yang dilakukan oleh Gereja.

Dari pihak Gereja memberikan jangka waktu selama 1-2 minggu lamanya, untuk memberi tahu kepada kedua mempelai mana tahu ada hal-hal yang lain, seperti mempunyai hubungan kekasih, tetapi bila tidak ada maka akan dilakukan pemberkatan di Gereja,”kata Samadin.

“Dengan selain pernikahan di Gereja wajib hukumnya melakukan pesta adat, inilah yang kita saksikan sekarang,”ucapnya.

“Bahwa prosesi adat ini diikuti oleh pihak keluarga laki-laki dan pihak perempuan, dari nenek moyang mereka masing-masing. Itu kita undang semua, terlihat makanya sangat ramai yang datang,”ungkap samadin.

“Inilah tempat yang di lakukan sama-sama kita saksikan. Pada umumnya yang kita lihat dari pemberian Ulos sampai kata-kata nasehat pada kedua pasangan, agar rumah tangga kedua mempelai langgeng sampai dengan anak cucu,”senadanya.

“Karena memplai ini taat dengan aturan agama dan patuh pada kedua orang tua, dan mendoakan kedua mempelai menjadi keluarga yang baik dan keturunan di tengah-tengah keluarga besar,”bebernya.

“Inti makna ulos tersebut, pada kedua mempelai adalah agar mereka tidak terpisahkan, dan jauh dari penyakit. Pengulosan di lakukan di acara adat istiadat batak ini, tutupnya. (Toni S)

Pos terkait