Sekdaprov Kepri : ASN harus Terus Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalitas

Metrobatam.com, Batam – Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, H.TS. Arif Fadillah mengatakan sebagai aparatur negara kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN)sangat strategis. ASN merupakan pilar terpenting dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan pembagunan di samping sebagai pilar kelembagaan organisasi dan ketatalaksanaan mekanisme.

“ASN sebagai pilar utama penyelenggaraan pemerintah haruslah direformasi, ditinggkatkan kompentensinya dan dikelola sebaik mungkin,” ujar Arif saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Rakor Kepegawaian Provinsi Kepri di Hotel Harmoni Nagoya, Batam, Selasa (26/11).

Turut hadir pada kesempatan ini Guru besar Departemen Ilmu Administrasi Fisip Universitas Indonesia Prof.Dr.Eko Prasojo MAG.RER.Publ, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kepri Firdaus, Kepala Biro Ortal dan KORPRI Kepri Ani Lindawaty, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Karimun Hurnaini, Kepala DKPSDM Kabupaten Bintan Irma Annisa serta peserta rakor kepegawaian dari Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepri.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan tema yang diangkat pada Rakor ini “Dengan Rakor  Kepegawaian Se-Provinsi Kepulauan Riau Kita Wujudkan Sumber Daya Aparatur Yang Unggul” Arif berharap ASN terus meningkatkan profesionalitasnya, terus bersikap melayani dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan cepat, tepat serta tidak bertele-tele.

“Birokrasi yang baik adalah birokrasi yang ramping namun kaya akan fungsi dan tidak berbelit-belit, tidak membuat persoalan mudah menjadi sulit sehingga penyelenggraan pemerintahan menjadi tidak berkualitas. Buat penyelengaraan pemerintahan sesederhanA mungkin namun dengan hasil yang berkualitas,” harap Arif.

Arif menceritakan bahwa potret ASN pada zaman dahulu digambarkan mempunyai tingkat profesionalitas yang rendah kemampuan pelayanan yang tidak optimal rendahnya tingkat reability, assurance, tangibility, emphaty dan responsiveness,tidak memiliki tingkat integritas sebagai pegawai pemerintahan ,tidak mempunyai daya ikat emosional dengan instansi.

“Kita tentunya berharap cerita tentang kinerja ASN yang dahulu tidak terjadi lagi saat ini. Sudah saatnya kita berubah dan dewasa ini perubahan itu memang terasa walaupun secara bertahap. Melalui penerapan sistem yang terintegrasi yang memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung penyelenggraan administrasi pemerintahan dengan afektif dan efesien yang kita kenal dengan e-Government,” jelas Arif.

Melalui Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Arif menjelaskan bahwa  Pemerintah Provinsi Kepri saat ini sedang menyiapkan ASN yang mumpuni, inovatif dan berdaya saing tinggi dengan menerapkan 7 (tujuh)  produk unggulan diantaranya : 1) uji sertifikasi kompetensi ASN, 2) Penyelenggraan Diklat PIM III dan IV, 3) Pemberian beasiswa bagi pegawai yang memiliki kompetensi, 4). Pemberian Satyalencana, 5)Pengiriman ASN untuk pengembangan,6) Pengelolaan Sistem Elektronik Kinerja Dan Disiplin serta, 7). pengelolaan pelayanan data kepegawaian dengan silat.

“Banyaknya program diterapkan bagi ASN tersebut tentunya bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan bagi para pegawai. Kedepan melalui BKPSDM kami akan melakukan terobosan-terobosan baru demi menciptakan ASN yg berprestasi,profesional dan sejahtera,” jelasnya.

Menutup sambutannya Arif  berharap para pengelola kepegawaian di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri mampu untuk membahas isu-isu strategis dan aktual terkait permasalahan kepegawaian dengan tetap mengacu pada ketentuan dan peraturan yg berlaku, dan juga ASN nantinya terus meningkatkan kemampuan untuk menjadi ASN yang profesional, berkompeten dan memiliki prestasi kerja sehingga dapat beradaptasi dan bersaing pada era digital saat ini.

“Saya harap dengan Rakor  ini  ada peningkatan kemampuan berupa pengetahuan, keterampilan, kecakapan,sikap dan perilaku ASN, yang BKPSDM sebagai leading sector harus lebih optimal lagi dalam bekerja dan melakukan berbagi terobosan untuk peningkatan kesejahteraan dan kompetensi pegawai,” harapnya.

(Mb/Hmskepri)

Pos terkait