Wamenag soal Reuni 212: Boleh-boleh Saja Dilaksanakan

Metrobatam, Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan tak ada masalah dengan rencana Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menggelar aksi unjuk rasa Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional, Jakarta, Senin (2/12).

Zainut menyebut Reuni Akbar 212 sebagai suatu hal yang mubah. Wakil Ketua MUI itu menyampaikan tak ada masalah jika gelaran itu dilaksanakan ataupun tidak dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

“Reuni 212 hukumnya mubah atau boleh-boleh saja, tidak ada anjuran, juga tidak ada larangan. Dilaksanakan tidak apa-apa, tidak dilaksanakan juga tidak berdosa. Namanya juga berkumpul dan bersilaturahmi,” kata Zainut dalam keterangan tertulis pada Rabu (27/11).

Zainut berkata suatu hal yang mubah bisa memiliki dampak baik ataupun buruk tergantung dari cara orang memperlakukannya.

Reuni Akbar 212, kata Zainut, bisa menjadi baik dan memiliki nilai ibadah jika kegiatan tersebut diisi dengan kebaikan, seperti menganjurkan persatuan, persaudaraan, cinta tanah air, dan anjuran taat hukum.

Sebaliknya, Reuni Akbar 212 bisa menimbulkan dosa jika diisi hal-hal yang tidak baik. Zainut mencontohkan perbuatan tak baik seperti provokasi, memfitnah, menebarkan ketakutan, kebencian, dan mengadu domba.

“Saya yakin reuni 212 akan diisi dengan kegiatan dan aktivitas kebaikan,” ucap dia.

Zainut mengingatkan bangsa Indonesia sedang butuh gerakan yang menciptakan suasana aman, sejuk, damai, dan kondusif untuk melakukan konsolidasi. Sebab Indonesia telah mengalami keretakan akinat perbedaan politik selama setahun belakangan.

Dia mengimbau Reuni Akbar 212 dapat berperan mencairkan hubungan antarwarga masyarakat masih diliputi suasana kaku, tegang, dan penuh dengan kecurigaan.

“Para tokoh agama dan tokoh masyarakat hendaknya ikut terlibat aktif merajut kembali persaudaraan kebangsaan dan membantu menciptakan situasi yang kondusif, agar kehidupan masyarakat kembali normal, cair, dan tidak ada ketegangan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban,” tuturnya.

Sebut Tito Sumber Masalah

Juru Bicara PA 212 Haikal Hassan mengatakan pihaknya tak ingin membuat masalah. PA 212 malah menyatukan berbagai kelompok yang berbeda di masyarakat, klakm Haikal.

“Masalahnya adalah di Tito sendiri yang mempermasalahkan. Semua ormas ngumpul jadi satu untuk kekuatan dan ketahanan negara, kok masalah?” kata Haikal lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/11).

Haikal mengingatkan Tito bahwa PA 212 tak pernah membuat kekisruhan di tengah masyarakat. Dia mencontohkan tiga kali aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar pihaknya di Monas.

Haikal menuturkan tak ada satu pun sampah berserakan saat Aksi 212. Bahkan kehadiran warga nonmuslim, ucap dia, dijamin keamanannya hingga acara selesai.

“212 adalah kebanggaan umat Islam Indonesia. Di mana lagi di seluruh dunia berkumpul jutaan manusia dengan tertib, tenang, damai, kompak, tanpa ada rusuh, ribut, bentrok,” ujarnya.

Haikal juga menyatakan PA 212 tidak gentar meski Tito menyebut siap membubarkan ormas yang coba mengganti nilai-nilai ke-Indonesiaan. Dia menegaskan PA 212 berpegang pada Pancasila dan UUD 1945.

“Silakan bubarkan, suka-suka pemerintah,” tutur dia.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengklaim kondisi stabilitas politik Indonesia lebih baik dari Malaysia sejak Joko Widodo dan Prabowo Subianto melakukan rekonsiliasi pasca Pilpres 2019.

Mantan Kapolri itu sempat menyebut saat ini hanya gerakan 212 yang menjadi hambatan dalam menjaga stabilitas politik Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan sembari tertawa dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2019.

“Dalam pandangan Malaysia kemarin, saya bertemu dengan banyak tokoh di sana, politik Indonesia itu stabil sekarang, terutama semenjak gabungnya 01 sama 02, tinggal urusannya 212 saja,” ujar Tito saat berpidato dalam acara di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11). (mb/cnn indonesia)

Pos terkait