Wamenhan Waspadai Ancaman Nonmiliter atas Kedaulatan RI

Metrobatam, Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengingatkan ancaman kedaulatan negara di era abad 21 ini tak lagi sama dengan ancaman militer beberapa dekade ke belakang.

Saat ini, kata Trenggono, ancaman kedaulatan negara telah memasuki era yang lebih kompleks dan beragam.

Read More

“Kita melihat bagaimana ancaman radikalisme, terorisme, serangan siber, hingga wabah penyakit dengan efek kematian secara masif sebagai hasil rekayasa senjata biologis, senjata kimia yang bisa diciptakan sebagai senjata pemusnah massal. Bahkan kini, informasi dan data pun menjadi bagian dari senjata yang bisa meruntuhkan kedaulatan suatu negara,” kata Trenggono dalam siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (28/11).

Trenggono mengatakan esensi perang asimetris pun tengah terjadi saat ini. Hal tersebut, sambungnya, ditandai lewat perang ekonomi, perang mata uang, perang teknologi, hingga perang kebudayaan.

“Hingga penghancuran nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa, hal ini yang harus diwaspadai,” kata Trenggono.

Oleh karena itu menurut dia, sudah saatnya bangsa Indonesia mewaspadai dan sadar akan semua ancaman kedaulatan tersebut.

Tak hanya itu, modernisasi alat utama sistem senjata pun harus dilakukan. Sudah seharusnya ada transformasi dan kemajuan secara luar biasa dalam hal sistem persenjataan pertahanan, bahkan di luar yang dibayangkan sebelumnya.

Selain itu, ia mengatakan pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara secara dini harus mampu menghadapi ancaman baik militer, nonmiliter maupun ancaman hibrida.

“Hal ini penting agar kemampuan kita di dalam merancang sistem pertahanan negara, dan di dalam melakukan pengelolaan terhadap sumber daya strategis nasional untuk pertahanan negara terus dapat kita tingkatkan,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Trenggono juga sempat meminta agar seluruh jajaran Korpri Kementerian Pertahanan mengikuti semua kebijakan yang disampaikan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Hal ini berkaitan dengan instruksi Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata). Sistem pertahanan Indonesia semesta ini kata Trenggono memang tak hanya melibatkan jajaran Korpri Kemenhan, TNI, dan Polri saja.

Kekuatan pertahanan semesta Indonesia raya tersebut pun, sambung Trenggono, harus didukung kemampuan penguasaan teknologi pertahanan, dan konsolidasi industri pertahanan, serta penguatan penelitian dan teknologi.

“Sistem hankamrata memerlukan korps pegawai yang visioner, nasionalis, dan berjiwa patriotik, serta modern dan selalu adaptif terhadap perkembangan jaman,” kata dia. (mb/detik)

Related posts