BP Batam dan Singapura Pererat Hubungan Bilateral

Badan Pengusahaan (BP) Batam melaksanakan rangkaian Roadshow to Embassy, Rabu (4/12/2019) lalu. ( foto : tribunbatam.id)

Metrobatam.com, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam melaksanakan rangkaian Roadshow to Embassy ke Singapura pada Rabu (4/12/2019) siang.

Dalam kegiatan tersebut, BP Batam dipimpin oleh Direktur Promosi dan Humas Dendi Gustinadar  didampingi oleh Kasubdit Promosi Ariastuty Sirait,  Kabag HAL dan Promosi Inda Eka Permana, dan Kasubbag Humas Kantor Perwakilan Jakarta Siti Rahmalisa.

Dendi Gustinandar menjelaskan bahwa dalam setahun terakhir nilai ekspor ke negara tetangga ini mengalami peningkatan, termasuk di dalamnya peningkatan jumlah kunjungan turis asal Singapura ke Batam.

“Singapura sebagai negara tetangga juga turut berkontribusi sebanyak 50 persen di bidang pariwisata,” kata Dendi dalam keterangan yang diterima pada Jumat (6/12).

“BP Batam ingin meningkatkan networking dan mempererat lagi hubungan antara Batam dan Singapura,” kata Dendi lagi.

Dendi menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi dukungan dan komitmen Singapura dalam mendukung pembangunan Batam. Ia mengharapkan pada tahun 2020 ini menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi di Batam.

Menyambut kedatangan rombongan BP Batam, Duta Besar Singapura untuk Indonesia YM. Anil Kumar Nayar, menuturkan Singapura dan Indonesia tidak hanya perlu mempererat ikatan level G2G saja, lebih dari itu, Singapura melihat Batam sebagai daerah kunci dalam hubungan ekonomi Singapura dan Indonesia.

“Untuk apa kami menempatkan Konsul di Batam dengan jarak yang hanya 45 menit, ini mencerminkan komitmen dan kepercayaan Singapura terhadap betapa pentingnya Batam dalam kerjasama antar negara,” kata Anil.

Didampingi oleh beberapa Konsul Muda diantaranya Jonathan Lian Konsul Bidang Politik, Khairul Anwar Konsul Bidang Ekonomi, Abdullah Bin Abdul Aziz Perwakilan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura dan Victor Gan dari Singapore Economic Development Board, Anil menyampaikan Bahwa Singapura dan Batam telah memiliki hubungan ekonomi yang dalam dan terjalin lama, sejak tahun 1980-an.

Dari hubungan jangka panjang tersebut, Singapura menjadi investor asing terbesar di Batam. Dengan investasi jangka panjang di berbagai sektor mulai dari manufaktur hingga ekonomi digital serta sebagai tujuan wisata populer bagi banyak orang Singapura.

Anil berharap komitmen pemerintah Indonesia untuk kemajuan Batam, baik dengan status Kawasan Perdagangan Bebas maupun Kawasan Ekonomi Khusus, masalah Visa on Arrival, serta kemudahan dalam berinvestasi di Indonesia, khususnya di wilayah Batam.

Lebih jauh, Anil menegaskan kembali komitmen Pemerintah Singapura untuk bekerja sama dengan BP Batam untuk memperkuat ikatan ekonomi dan mengeksplorasi bidang-bidang baru untuk kerja sama demi keuntungan bersama.

(bisnis.com)

Loading...

Related posts