Gara-gara Colosseum, Anies Copot Plt Kepala Dinas Pariwisata

Metrobatam, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencopot Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Alberto Ali usai kasus penghargaan Adikarya Wisata bagi diskotek Colosseum.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta Chaidir menjelaskan posisi Alberto digantikan oleh Asisten Gubernur Perekonomian DKI Jakarta Sri Haryati.

Bacaan Lainnya

“Ya [dicopot], diganti Ibu Asisten Perekonomian dan Keuangan Sri Haryati,” kata dia saat dihubungi, Selasa (17/12).

Chaidir mengakui bahwa pergantian jabatan ini dilakukan karena dugaan kesalahan yang dilakukan pejabat sebelumnya dan terkait dengan penghargaan Adikarya Wisata bagi Colosseum.

“Ada dugaan kesalahan dalam menjalankan tugas. Dugaan atas kekeliruan dalam memberikan penghargaan,” ungkap dia.

Posisi Alberto diganti mulai per tanggal 16 Desember. Hingga kini, CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi Alberto Ali namun belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut terkait kondisi ini.

Sebelumnya, Disparbud DKI memberi penghargaan bagi Colosseum. Kritik terhadap jajaran Anies Baswedan pun mengemuka, termasuk dari FPI dan warganet. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian mencabut penghargaan itu.

Alasannya, ada laporan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta bahwa Colloseum menjadi salah satu diskotek yang mendapat perhatian khusus karena kasus narkotika.

Selain itu, Anies juga sudah menginstruksikan Inspektorat DKI untuk memberikan sanksi berupa penonaktifan sementara bagi pejabat DKI yang terbukti lalai dalam pemberian penghargaan Adikarya Wisata ke diskotek Colosseum itu.

Inspektorat DKI Bakal Periksa Penilai

Inspektorat DKI Jakarta akan memanggil tim penilai penghargaan pada diskotek Colosseum. Penghargaan ini kemudian dicabut lantaran ada laporan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta.

Tanda tangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dibubuhkan dalam penghargaan juga bukan tanda tangan basah melainkan tanda tangan cetak.

“Kami akan lakukan permintaan keterangan dan pemeriksaan kepada tim penilaian,” kata Kepala Inspektorat Michael Rolandi mengatakan di Balai Kota, Senin (16/12) malam.

Michael mengatakan pemanggilan akan banyak menelisik tentang sistem penilaian penghargaan. Kemudian Inspektorat akan melihat langsung apa yang dinilai oleh tim penilai penghargaan.

“Tentunya yang kita cek terkait prosedur dan kriterianya dibandingkan dengan realisasi yang dilakukan,” jelas dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut penghargaan Adhi Karyawisata yang diserahkan kepada Diskotek Colloseum. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah menyusul polemik penghargaan tersebut.

“Jadi proses ini semuanya ada di Dinas Pariwidata dan Budaya. Berdasarkan fakta di lapangan makan penghargaan kepada Adhi Karyawisata kepada Colloseum dibatalkan,” kata Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/12).

Penghargaan, kata Saefullah dicabut karena ada laporan yang diberikan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta. Di dalam laporan yang dikeluarkan tanggal 7 September itu disebutkan Colloseum menjadi salah satu diskotek yang mendapat perhatian khusus karena kasus narkotika.

“Berdasarkan surat BNNP DKI kepada Kepala Dinas Parbud, tanggal 10 Oktober 2019 menyampaikan hasil kegiatan BNNP terhadap pengunjung di Colloseum 7 September 2019 menjadi catatan kita,” jelas dia. (mb/cnn indonesia)

Pos terkait